MENGETUK DIDING JIWA (3)

July 22, 2011

II. MAKNA ORANG DALAM OTAK

Seperti yang telah kita ungkapkan pada bagian terdahulu bahwa kata orang yang termuat dalam Al Qur’an bahwa :

ORANG : S.Q.5.42 “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar kata bohong, banyak mereka memakan yang haram (seperti uang sogokn dan sebagainya). Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan) makaputuskanlah (perkara itu) di antara mereka atau berpalinglah dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepada sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil “

Dengan memahami makna ayat tersebut diatas, maka timbul pertanyaan pada diri kita untuk mendalami bahwa “Allah menyukai orang adil”, oleh karena itu mari kita mencoba untuk menguraikan huruf dalam kata orang sehingga dapat kita rumuskan kedalam untaian kalimat menjadi lebih bermakna untuk mendalami tentang  kata “ORANG” dalam “OTAK”

Bila kata ORANG kita uraikan dari huruf menjadi kata yang bermakna yang terdiri dari unsur kata yaitu :

O menjadi Organ ;

R menjadi Roh ;

A menjadi Akal ;

N menjadi Naluri / Nafsu ;

G menjadi Golongan.

Selanjutnya kita uraikan makna huruf menjadi kata bermakna sebagai berikut :

1. ORGAN adalah alat yang mempunyai tugas tertentu dalam tubuh manusia. Tentang manusia begitu banyak diungkapkan dalam  Al Qur’an pada surat-surat :

NO.2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25,26,27,28,29,30,31,32,33,34,35,36,38,39,41,42,43,44,45,46,47,49,50,51,52,53,54,55,56,57,58,59,62,63,64,66,70,71,72,80,82,83,84,86,89,90,95,96,99,100,103,110,

114. Dalam setiap surat terdapat ayat-ayat yang mengungkapkan tentang manusia.

Sebagai contoh S.Q.2 : 8 “Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman “ Maknanya adalah untuk menjelaskan tentang golongan munafik.

Jadi kalau kita sejenak untuk mengingatkan kembali dengan membaca surat dan ayat yang kami ungkapkan diatas, maka ia akan memberikan daya dorong kedalam pikiran kita untuk menyadari apa arti hidup sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT ini.

2. ROH / Ruh adalah salah satu keyakinan yang diajarkan Al Qur’an  dan mempercayai soal-soal gaib merupakan salah satu sendi keyakinan beragama. Jadi kepercayaan mengenai soal-soal gaib itu justru merupakan perwujudan dari kebenaran iman dan islam.

Dalam Al Qur’an tentang Ruh dapat kita ketemukan dalam S.Q. 17 ; 85 ; 4:171 ; 19:17 ; 32:9 ; 38::72 ; 66:12 ; 78:38 ; 81:7

Sebagai contoh dalam S.Q 17:85 mengungkapkan sebagai berikut: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang Roh. Katakanlah : “Roh itu termasuk urusan Tuhan-Ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”

Dengan pemahaman tersebut diatas, maka sejak manusia lahir, roh berangsur dewasa sesuai perkembangan jasmani. Jadi dengan mempercayai adanya roh itu berarti soal-soal gaib dapat kita rasakan, sehingga kepercayaan mengenai Roh tidak dipaksakan kepada pikiran untuk memanfaatkan otak melalui alat pikiran kesadaran, kecerdasan dan akal untuk mencari jawaban tentang Roh yang tidak diketahui hakkikatnya

Cobalah renungkan S.Q. 22 : 5 “ Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari Kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepadamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian  (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara Kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.”

S.Q. 6 : 62  “ Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepaada Allah. Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat.

Dengan kita merenung untuk memahami makna dari kedua surat tersebut diatas, maka kita dapat mengetahuinya ada dua unsur dalam diri manusia yaitu jasad / tubuh / badan yang dapat diketahui tuntutan serta keinginannya disatu sisi dan disisi lain pada waktunya manusia setelah meninggal Roh-nya kembali kepada Allah.

3. AKAL, adalah salah satu mesteri lainnya yang diciptakan oleh Allah SWT untuk orang sebagai manusia yang memiliki kemampuan untuk berpikir.

Oleh karena itu dalam Al Qur’an telah diungkap dalam surat-surat dan ayat tentang akal seperti yang tercantum dalam . 2:142,179,197 ; 4:5 ; 5:58 ;  7:66,67,155 ; 10:100 ; 12:94,111 ; 26:28 ; 30:24 ; 39:21 ; 45::5 ; 53::6 ; 65:10.

Sebagai contoh mari kita renungkan S.Q. 2:142 “Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata : “Apakah yang memalingkan mereka (umat islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya ?” Kata-kanlah : “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat ; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”

Dengan Surat tersebut telah menunjukkan kepada kita bahwa “ke-esaan tuhanlah akhirnya yang menang”, oleh karena itu dengan akal yang dianugerahkan oleh Allah SWT, orang dapat berpikir sebagai manusia seutuhnya artinya ia mampu menggerakkan alat pikir yang lainnya dalam satu kesatuan yang disebut dengan kesadaran dan kecerdasan.

Dengan menggerakkan Kesadaran dalam berpikir artinya dengan  kesadaran kita dapat berorientasi meninjau serta merasakan diri seendiri serta menangkap situasi diluar diri kita.

Kesadaran tidak berarti apa-apa dalam berpikir bila tidak dibantu oleh Kecerdasan karena kesadaran menyadarkan tentang apa-apa namun kecerdasan melaporkan kepada kita keadaan perkara dan hubungannya. Jadi melalui kecerdasan kita dapat menangkap fakta dan informasi untuk mengingat masalah kita hadapi atau dengan kata lain seberapa besar resiko yang dihadapinya, tapi laporan itu akan menjadi penting bila kita dapat mencari jawaban untuk memecahkan.

Kecerdasan  menjadi bermakna, bila Akal menunjukkan mencari jalan untuk memenuhi maksud dan tujuan kita. Oleh karena itu dengan Akal adalah potensi rohaniah yang memiliki pelbagai kesanggupan seperti kemampuan berpikir, menyadari, menghayati dan memahami sehingga kegiatan akal itu berpusat atau bersumber dari kesanggupan jiwa yang disebut dengan intelengen. Akal berpusat di otak bawah sadar yang disebut hati.

Sejalan dengan pikiran diatas, cobalah renungkan S.Q. 2 : 269 “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah, ia benar-benar dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”

4. NALURI / Nafsu, dimana setiap orang adalah manusia pasti memiliki naluri. Naluri artinya fitrah dan oleh karena itu naluri adalah sesuatu yang tidak dipelajari dan sifatnya wajar yang dibawa manusia sejak lahir yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu tindakan tertentu.

Sifat dorongan itu, manusia bertindak dengan nalurinya pada dasarnya untuk kebaikan dan ada pula dasar untuk kejahatan,  sehingga manusia diberi ikhtiar untuk berusaha dalam  pelbagai bentuk pendekatan untuk memberikan bimbingan terhadap potensi kebaikan dan memberikan arah pada potensi kejahatan ke jalan yang baik.

Seperti kita maklumi bahwa dalam Islam faktor baik dan buruk merupakan sunnatullah  keberadaannya, sebab tidak sempurnalah Kekuasaan Allah itu jika hanya mampu mengadakan yang baik-baik saja, sedangkan yang buruk tidak.

Dorongan itu yang disebut Nafsu. Nafsu adalah bagian dari rohani yang memiliki pengaruh yang besar dan menguasai untuk memerintahkan kepada anggota jasmani. Didalam Al Qur’an dapat kita ketemukan dalam surat dan ayat yang tercantum pada S.Q. 2:87 ; 4:27, 135 ; 5:29, 48, 49, 70, 77 ; 6:119, 150 ; 7:81, 176 ; 12:53 ; 13:37 ; 18:28 ; 20:96 ;27:55.

Sebagaai contoh S.Q. 2 :87 “ Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya  (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah kami berikan bukti-bukti kebenaran  (mu’jizat) kepada ‘Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dkeinginanmu lalu kamu angkuh ; maka beberapa orang (di antara  mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh ? “

Dari surat tersebut mengingat kita bahwa sikap orang Yahudi terhadap para rasul dan kitab-kitab yang diturunkan Allah. Sebaliknya Allah mengunci hati orang yang menuruti nafsu, seperti yang termuat dalam S.Q. 45:23 ; 47:16.

Dalam S.Q.45:23 berbunyi “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat ber-dasarkan ilmunya dan Allah telah mngunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannnya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran ? “

Sejalan dengan itu maka naluri yang ada pada manusia merupakan anugerah tuhan untuk dipakai secara bijaksana, karena dalam kehidupan manusia akan dihadapkan pada pelbagai kebutuhan baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat

Dengan demikian sebagai individu, maka berkat dorongan naluri berupa hawa nafsu, kebutuhannya akan dapat terjaga dan terpelihara. Sebaliknya sebagai anggota masyarakat, ia dapat menyesuaikan diri sebab ada naluri seperti keinginan berkumpul, menyelamatkan diri, minta tolong  dsb.

Dengan mengutarakan hal diatas bahwa pada setiap manusia terdapat naluri dari pembawaan lahirnya, maka seberapa jauh seseorang dapat mengendalikan naluri yang ada dalam jiwanya akan sangat ditentukan  oleh tingkat kedewasaan seseorang dalam berpikir.

Oleh karena itu, pahamilah nafsu yang memainkan peran dalam mempengaruhi pikiran yang kita sebut dengan :

  • Nafsu Amarah adalah nafus yang belum mampu membedakan kebaikan dan keburukan sehingga mendorong kepada perbuatan yang tidak terpuji.
  • Nafsu Lawwaamah adalah nafsu yang memiliki rasa insaf dan  menyesal sesudah melakukan sesuatu pelanggaran.
  • Nafsu Musawwalah adalah nafsu yang dapat membedakan sesuatu yang baik dan buruk. Melakukan keburukan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.
  • Nafsu Mulhammah adalah Nafsu yang mendapat ilham dari Allah dikaruniai ilmu pengetahuan dan akhlak yang terpuji.
  • Nafsu Raadhiyah adalah nafsu yang ridha (ikhlas) kepada Allah, memiliki sikap yang baik dalam kesejahteraan, mensyukuri nikmat qanaah atau merasa puas dengan apa adanya.
  • Nafsu Mardhiyah adalah nafsu yang diridlai Allah. Yaitu keridlaan yang dapat terlihat pada anugerah yang diberikannya, berupa senantiasa berdzikir, ikhlas, memiliki karamah, dan men-dapatkan kemuliaan.
  • Nafsu Kaamilah adalah nafsu yang telah sempurna bentuk dan dasarnya.  Sudah dikategorikan cakap untuk mengerjakan irsyad dan menyempurnakan ikmal terhadap hamba Allah.
  • Nafsu Muthmainnah adalah nafsu yang telah mendapat tuntunan dan pemeliharaan yang baik. Nafsu ini bisa menyebabkan ketenangan jiwa, melahirkan sikap dan perbuatan yang terpuji, membentengi serangan kekejian dan kejahatan.

1.     GOLONGAN adalah mengkelompokkan orang-orang yang memiliki tingkat kesadaran yang mempengaruhi pola berpikir dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidup-annya sebagai manusia. Oleh karena itu kita dapat mengkelompokkan manusia kedalam golong-an yang disebut :

Dalam Al Qur’an mengenai Golongan terdapat dalam S.Q. 18:36 ; 35:6 ; 37:83 ; 38:11, 13 ; 40:5,30 ; 40:5,30 ; 42:7 ; 43:65.

Pada S.Q. 18 : 36 “dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mmendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu”

S.Q. 35 : 6 “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggap ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Golongan kanan yang termuat dalam S.Q. 56 : 8, 27, 38, 90,96, ;  74 : 39 ;  90 : 18.

Sebagai contoh pada S.Q. 56 : 8 “ Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu “

Yang dimaksud golongan kanan ialah orang-orang yang menerima buku-buku  catatan amal mereka dengan tangan kanan.

Golongan kiri yang termuat dalam S.Q. 56 : 9, 41 ; 90 : 19. Sebagai contoh pada S.Q. 56 : 9 “ Dan golongan kiri . Alangkah sengsaranya golongan kiri itu”.

Yang dimaksud golongan kiri adalah orang-orang yang menerima buku-buku catatan amal mereka dengan tangan kiri.

Jadi dengan pemahaman itu adalah bukti kebenaran hari kebangkitan dan penggolongan manusia pada hari itu kepada mu’min dan kafir.

Untuk jelasnya marilah kita menyimak dalam S.Q.30 : 14 “Dan pada hari terjadi kiamat, di hari itu mereka manusia) bergolong-golongan.

S.Q.30 : 15 “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.”

S.Q. 30 : 16 “Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Qur’an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).

KESIMPULAN

Dengan mengungkapkan huruf dalam kata “ORANG” yang telah kita utarakan diatas, maka manusia yang diciptakan oleh Allah SWT merupakan mahluk yang mulia sebagai khalifah di bumi.

Oleh karena itu, harus kita pahami bahwa ORANG sebagai unsur O dalam kata “(O)TAK mengandung makna dari untaian huruf menjadi kata bermakna bahwa ORANG adalah (O)RGAN sebagai jazad  yang didalamnya terdapat (R)OH yang menggerakkan (A)KAL untuk menuntun (N)ALURI/NAFSU kedalam (G)OLONGAN umat yang selalu berpegang kepada Al Qur’an dan sunnah.

Memahami orang sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT berarti kita harus mampu mempergunakan otak sebagai sarana agar dalam bersikap dan berperilaku taat melaksanakan perintah Allah, menetapi peraturan-peraturan yang ditentukan Allah dan meninggalkan segala larang-annya.

Jadi manusia memanfaatkan OTAK dalam kemampuan untuk berpikir haruslah sejalan ajaran agama untuk mengaktualisasikan alat berpikkir yang disebut kesadaran (otak kanan atas), kecerdasan (otak kiri atas) dan akal (otak bawah sadar).

Oleh karena itu, manusia dengan kemampuan berpikir itu, ia harus menyadari benar dalam mewujudkan hikmah berpikir untuk menjauhi ma’shiat, sehingga proses dalam berpikir dapat menuntun arti mata, telinga, lidah, perut, aurat, tangan, kaki kejalan yang benar.

Untuk itu cobalah renungkan S.Q. 8 : 22 “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya  pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.”

Dalam perjalanan hidup ini orang sebagai manusia penuh dengan tantanngan dimana ideologi dan beragam aliran tumbuh dan berkembang yang akan mempengaruhi jalan pikiran manusia. Oleh karena itu, orang yang dapat menangkap makna “OTAK” sebagai ciptaaan Allah SWT, akan dapat menghayati hikmah berpikir untuk menuntun dalam bersikap dan berperilaku.

Dengan jalan pikiran itu , maka manusia berpikir, bekerja dan belajar selama hidupnya dapat membentuk kesadaran dari satu tingkat ke tingkat yang lebih sempurna sehingga dengan bantuan kecerdasan dan akal, ia dapat menolak ajaran materialisme histori dengan berpegang teguk pada Al Qur’an dan Sunnah yang menuntun manusia berbuat kebajikan dan pantang akan kejahatan.

Mengungkapkan huruf O dalam kata (O)TAK sebagai suatu pendekatan dimaksudkan untuk memahami arti manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia di bumi sehingga ia selalu berpikir dalam satu kebiasaan untuk :

  • Memberi kepada orang yang tidak suka memberi.
  • Membuat kebaikan kepada orang yang tidak senang pada kita.
  • Waktu diam digunakan untuk berpikir.
  • Bila berbicara juga berisi nasehat.
  • Apa dilihat dijadikan contoh dan pelajaran.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, maka orang hanya bisa dengan berkembang jikalau ia bisa mengatasi kesukaran-kesukaran krena itu harus bertekun dengan tekad maju terus, meskipun mendapat pukulan dan rintangan. Mati karena melaksanakan cita-cita adalah yang mulia. Penderitaan dan kesusahan hidup adalah pengalaman yang berharga dan membuat seseorang berjiwa besar.Tidak ada jalan yang senang menuju jalan keberuntungan hidup.

Jadi dengan daya dorong dalam memahami arti kebera-daannya di dunia berarti orang yang mendidik dirinya lebih berharga dari mendidik orang lain. Orang yang tidak dapat menguasai dirinya dia tidak dapat memimpin orang lain. Barang siapa yang pandai memelihara isterinya berarti pandai pula memelihara arti kehidupan ini

 

MENGETUK DINDING JIWA (2)

July 22, 2011

 

BAGIAN  I    MAKNA OTAK DALAM PANDANGAN BATIN

I.  PENDAHULUAN

Bayangkan, apakah memang benar orang-orang islam begitu banyak berperan baik sebagai pelaku ekonomi, eksekutif, legislatif, yudikatif dan berbagai lembaga lainnya, tidak mampu memecahkan masalah-masalah yang kita hadapi saat ini dalam berbangsa dan bernegara, ataukah kita memang tidak mau berubah dalam bersikap dan berperilaku ataukah kita memang selalu menginginkan untuk dijajah oleh pihak ketiga yang tersembunyi yang sebenarnya bayangan itu diketahui adanya. Inilah semua kenyataan yang kita hadapi bersama sebagai bangsa. Kita menginginkan demokrasi sebagai alat untuk mengangkat derajat bangsa yang terbesar adalah pemeluk islam.

Adakah jalan keluarnya. Masalah untuk tumbuh dan berkembang dalam berbangsa dan bernegara yang kita hadapi masa lampau, masa kini dan masa depan, mampukah kita dalam waktu singkat untuk merubah pola berpikir dalam memecahkan masalah yang kita sebut komplek dan penyakit. Tingkat intisitas dalam mempengaruhi perubahann sikap dan perilaku melalui pendekatan yang kita sebut dengan memaksimumkan pemanfaatan OTAK.

Renungkanlah Rasullullah saw, bersabda:

“ Barangsiapa melapangkan seorang Mu’min dari salah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan-kesusahan hari  kiamat.

Dan barangsiapa meringankan penderitaan seseorang, maka Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan di akhirat.

Dan barangsiapa menutupi cacat seseorang Muslim, maka Allah akan menutupi cacatnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan memberikan pertolongan kepada seseorang selama orang tersebut suka menolong saudaranya. Dan barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tiada berkumpul  suatu kaum dalam sebuah rumah dari antara rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca Al-Qur’an dan mengkajinya bersama-sama, melainkan keetenangan akan turun kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka dan malaikat akan mengerumuni mereka, serta oleh Allah mereka akan disebut di kalangan  orang-orang yang berada di sisi-Nya.

Dan barangsiapa  terlambat amalnya, maka dia tidak akan dipercepat oleh nasab keturunan-nya “ (H.R. Muslim)Apakah manusia yang memiliki kekuasaan, mudah dipenga-ruhi  untuk membalikkan tingkat kesadaran yang begitu dilihat dari sudut INDERAWI merupakan tingkat yang paling rendah menjadi berubah. Kita bayangkan kalau orang yang kiblat kepada manusia dan materialistik, tidak mudah orang bisa berubah, begitu saja.

Tetapi sebaliknya apakah memang benar orang yang berkuasa saat ini sedang memanfaatkan OTAK dalam arti bahwa setiap unsur huruf memiliki makna yang berdiri sendiri tetapi memiliki saling ketergatungan.

Jadi kata OTAK sebagai suatu pendekatan akan kita uraikan dari unsur huruf menjadi kata yang bermakna, bagi orang islam bahwa unsur huruf  dalam OTAK begitu banyak surat dan ayat yang mengungkapkan artinya agar mereka tertuntun ke jalan yang benar sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT.

Jadi huruf dalam kata OTAK terdiri dari :

O menjadi ORANG

T menjadi TAWAKAL

A menjadi AMANAH

K mennjadi KERJA

Marilah kita mencoba untuk mengungkapkan unsur kata dalam beberapa surat dan ayat dalam Al Quran yang menjadi tuntunan kita bersikap dan berperilaku sebagai berikut :

1. ORANG : S.Q.5.42 “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar kata bohong, banyak mereka memakan yang haram (seperti uang sogokn dan sebagainya). Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan) makaputuskanlah (perkara itu) di antara mereka atau berpalinglah dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepada sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

2. TAWAKKAL : S.Q. 8:49 “(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang aada penyakit di dalam hatinya berkata : Mereka itu (orang-orang mu’min) ditepi oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barang-siapa yang tawakkal kepada Allah , maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

3. AMANAT : S.Q. 33 :72 “ Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat (yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan) kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sessungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.

4. KERJA : S.Q. 2 : 134 “Itu ummat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakan nya dan  bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidk kan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”

S.Q.  5 : 8 “ Hai orang-orang beriman , hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kamu sekali-kali kebencianmu terhaadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepadaa takwa. Dan bertakwalah kepada Allah , sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjaakan”

Kami ingin menyimpulkan, apakah orang sebagai manusia yang diciptakan sebagai mahluk oleh Allah SWT yang paling mulia dimana dalam perjalanan hidupnya mengaku memeluk islam sebagai pandangan hidupnya, maka adakah kita menyadari seutuhnya sebagai pemeluk islam telah mampu memanfaatkan MAKNA OTAK seperti yang kami rumuskan diatas.

Apakah yang terjadi saat ini  dimana-mana ada demontrasi, apa artinya bagi kita semua sistom tersebut, apakah tidak terbayangkan bahwa dalam tubuh eksekutif, yudikatif dan legislatif adakalanya mempertontonkan ketidak puasan secara phisik, kita tidak pernah berubah dalam pola berpikir secara radikal untuk memecahkan kehidupan berbangsa dan bernegara ini Inilah satu bayangan bahwa negara kita dikendalikan oleh pihak ke tiga agar kita masuk kedalam daur hidup yang penuh permainan politik, dimana bila kita salah langkah dapat menuju kehancuran.

Dadapatkah kita bayangkan, apakah pernah pemimpin kita mau berbagi rasa untuk memikirkan keadaan yang sebenarnya, bahwa ia mampu mempergunakan OTAK untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bangsa ini. Kalau ada pemimpin saat ini berpikir akan memaksimumkan OTAK kedalam pemecahan masalah yang opnormal  dari “KOMPLEK” merubah menjadi  ”PENYAKIT”, itulah satu tanda adanya satu kebutuhan untuk memanfaatkan “OTAK” sebagai penuntun dalam bersikap dan berperilaku.

Apakah yang dapat kita kerjakan bila semua pihak mau mene-rapkan OTAK secara dioptimalkan, cabalah renungkan Rusulluh saw bersabda :

“Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan Allah akan menyerahkannya kepadamu, dan kemudian Dia akan melihat bagaimana kamu memperlaku-kannya.Maka berhati-hatilah kamu terhadap godaan dunia, dan berhati-hatilah  (pula) kamu terhadap (godaan) wanita. (H.R. Muslim).

Jadi pada Bagian I ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang telah kita ungkapkan untuk menggugah pihak-pihak yang merasakan pentingnyanya arti memanfaatkan makna OTAK dalam menggugah perubahan sikap dan perilaku. Pada tingkat intensitas yang tinggi pendekatan ini mungkin dapat mempengaruhi jalan hidup artinya ia meyakini kehidupan dunia dan akherat, sebagai makhluk diciptakan oleh Allah SWT.

Dengan pemikiran pendekatan memaanfaatkan OTAK, timbul dalam pikirannya apa arti hidup di dunia dan pada waktunya ia juga bakal mati setiap saat ia dipanggil oleh sang penciptanya. Apakah model pendekatan ini akan merubah pola pikirnya sehingga menimbulkan rangsangan terhadap perubahan atas tingkat kesadarannya yang paling rendah yang kita sebut dengan kesadaran INDERAWI menuju ketingkat kedua dan seterusnya.

Perubahan tingkat kesadaran tersebut bisa terjadi bila ia dapat merenung tentang dirinya artinya ia menggerakkan keinginan dengan niat yang ikhlas dengan berpikir menghayati dengan maksud membuka mata hatinya, inilah yang disebut berpikir intuitif. Dengan tingkat kesadran yang berubah, maka kemungkinan melihat masa depannya yang akan dituju yaitu “hidup setelah mati”. Apakah arti hidupnya dalam dunia, segala yang dimilikinya tak dapat dibawanya setelah mati, kecuali menuju “PERJALANAN ABADI” sejalan dengan manfaat “OTAK” yang diyakininya.

Ada baiknya dibawah ini kami ungkapkan suatu uraian mengenai OTAK dilihat dari sisi ANATOMI sebagai berikut :

Untuk memahamkan bangunan otak perlu kita ingat bahwa sistem syaraf pusat berkembang dari suatu struktur yang berbentuk bumbung. Pada bbumbung tersebut dapat dilihat sebuah dasar , sebuah atap dan dua dinding sisi sebagai pembatas suatu terusan yang terletak di tengah. Dalam perkembangan selanjutnya terjadi masalah oleh karena bumbung itu pada beberapa tempat menjadi tebal, sedangkan pada tempat-tempat lain dindingnya tetap tinggal seperti semula.Di sebelah depan berkembang dua gelumbung yang setangkup letaknya.

Gelumbung-gelumbung ini kemudian menjadi kedua belahan otak besar. Di sebelah belakang terbentuk otak kecil oleh karena atap bumbung di sini menjadi mangkin tebal. Bagian lain otak yang dinamakan batang otak tetap berbentuk bumbung dan merupakan tangkai otak besar dan otak kecil, yang ke bawah dilanjutkan menjadi sumsum belakang. Di atas-belakang dan juga di sisi batang otak itu sama sekali tertutup oleh otak  besar dan otak kecil , hanya pada dasar otak  saja batang otak dapat dilihat dari luar. Pada batang otak dapat dibedakan beberapa bagian yaitu :

1.     bagian bawah, yaitu sumsum lanjutan yang merupakan lanjutan langsung sumsum  belakang. Ke atas bentuknya semakin melebar. Dasar bumbung syaraf disini semakin menebal, sedangkan atapnya tetap tipis dan berupa selaput ; rongganya, yang merupakan lanjutan terusan pusat sumsum belakang, adalah dan agak luas dan dinamakan bilik otak ke 4. Permukaan depan sum-sum lanjutan memperlihatkan beberapa benjolan, antara lain limas di kedua sisi sebelah garis tengah dan zaitun yang letaknya agak lebih ke sisi. Bentuk-bentuk tersebut disebabkan oleh tumpukan substansi putih (inti) atau substansi kelabu (jalur) setempat.

2.     Ke atas terletak otak antara. Dasar bumbung syaraf menjadi jembatan varol oleh karena bertambahnya serabut-serabut syaraf. Dari atap bumbung saraf berkembang otak kecil. Dari dinding sisinya berkembang lengan jembatan yang menghubungkan otak kecil dengan jembatan. Bilik otak ke 4 meluas sampai di sini dan memasuki otak kecil sebagai sebuah relung dalam yang dinamakan tenda.

3.     Bagian batang otak berikutnya bernama otak tengah. Dasarnya berupa sepasang tangkai batang otak besar yang meenaik secara serong dari jembatan pada kedua sisinya untuk memasuki kedua belahan otak besar. Lembar atapnya mempu-nyai dua buah gunduk atas dan dua buah gunduk bawah. Keempat benjolan ini dibatasi oleh alur-alur yang bersilangan. Rongga otak di batasi oleh alur-alur yang bersilangan. Ronggo otak disini berupa terusun sempit, yang dinamakan saluran otak besar Sylvius yang di belakang berhubungan dengan bilik otak ke 4 dan di depan bersambungan dengan bilik otak ke 3.

4.     Bagian paling atas batang otak membentuk otak antara. Dinding sisi bumbung syaraf di sini amat menebal seraya membentuk badan-badan lutut  ; oleh karena itu rongga-nya menyempit , menyeerupakan suatu celah yang dinamakan bilik otak ke 3. Atapnya tipis dan berupa selaput , di sebelah belakang terdapat badan runjung.

Dasar bilik otak ke 3 agak rumut bangunannya, berturut-turut dari depan ke belakang terdapat di sini palang penglihat , hypofisis (seperti badan runjung termasuk golongan kelenjar buntu) dan kedua badan puting.

Belahan otak besar kiri dan kanan berasal dari gelumbung-gelumbung pada bumbung saraf. Kedua gelumbung semakkin membesar dan oleh karena itu menutupi bagian-bagian batang otak, tetapi tetap berhubungan dengan otak antara. Rongga bumbung saraf meluas sampai kedalam ke dua belahan otak besar, maka terbentuklah dua bilik sisi, yang masing-masing tetap berhubungan dengan bilik otak ke 3 melalui sebuah lubang kecil yang dinamakan lubang antarbilik Monro. Di tengah , di atas dan di depan otak antara kedua belahan otak besar saling berhadapan, sehingga kedua bidang tengahnya menjadi rata. Kedua belahan otak besar saling berhubungan melalui beberapa berkas serambut melintang ; yang penting antaranya dinamakan balok. Di bawah balok terdapat sebuah berkas membujur yang bernama kubah. Permukaan otak besar memperlihatkan banyak gelung otak yang dibatasi satu terhadap yang lain oleh beberapa alur, yang terpen-ting antaranya adalah alur sisi Sylvius, yang dapat dilihat pada bidang sisi otak besar. Alur-alur itu juga membatasi baga-baga  otak besar ; baga dahi, baga ubun-ubun, baga belakang kepala, baga pelipis. Juga dapat tiga buah kutub pada tiap belahan otak bsar , yaitu kutub dahi, kutub belakang kepala dan kutub  pelipis.

Dari otak keluar 12 pasang saraf otak, yaitu saraf penglihatan, saraf penghidu, tigaa pasang saraf otot mata, saraf kembar tiga yang mempersarafi kulit wajah dan semua otot kunyah, saraf pendengar, saraf wajah untuk otot-otot mimik, saraf glosofaring yang antara lain melepaskan cabang kepada selaput lendir lidah dan tekak, saraf kelana yang meluas ke bawah sampai dalam daerah dada dan perut dan mempersarafi alat-alat dalam dada dan perut, saraf tambahan yang mempersarafi beberapa otot leher, dan saraf bawah lidah yang mengurus persarafan otot-otot lidah.

Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar YANG TERLAMPIR mengenai otak dilihat dari sisi  ANATOMI.

5. Kesimpulan

Dengan memahami kedudukan otak dari sisi anatomi yang diuraikan diatas, maka memanfaatkan “OTAK” sebagai suatu pendekatan diperlukan pula pemahaman dari unsur huruf menjadi kata bermakna.

Jadi OTAK harus diterjemahkan huruf (O) menjadi ORANG sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT, sebagai mahkluk yang paling mulia dan oleh karena itu huruf (T) menjadi TAWAKAL untuk menjalankan semua perintah dan hukumnya aku taati, suruhnYa aku kerjakan, laranganNYa aku hentikan dengan segenap kerelaan dalam menjalankan sesuatu yang diterjemahkan dari huruf (A) menjadi AMANAH/   AMANAT untuk menunntun dalam menuntun dalam bersikap dan berperilaku yang selalu memancarkan dari huruf (K) menjadi KERJA kedalam wujud untuk mempersiapkan diri menuju perjalanan abadi.

Dengan memahami makna OTAK sebagai suatu pendekatan yang kita kemukakan menjadi daya dorong untuk menarik hihmak berpikir artinya orang yang bijaksana mencari kesempurnaan tetapi orang bodoh mencari kekayaan.

 

MENGETUK DINDING JIWA MELALUI KEDEWASAAN BERPIKIR (1)

July 22, 2011

   MENGETUK DINDING J IWA  MELALUI KEDEWASAAN BERPIKIR KEDALAM

    PEMANFAATAN  OTAK UNTUK    HIDUP – MATI – IMAN – AMA

    DAFTAR ISI

KATA PNGANTAR

BAGIAN  I

MAKNA OTAK DALAM PANDANGAN BATIN

I.  PENDAHULUAN

1. O menjadi ORANG

2. T menjadi TAWAKAL

3. A menjadi AMANAH

4. K mennjadi KERJA

5. Kesimpulan

II MAKNA ORANG DALAM OTAK

1. O menjadi Organ ;

2. R menjadi Roh ;

3. A menjadi Akal ;

4. N menjadi Naluri / Nafsu ;

5. G menjadi Golongan.

III MAKNA TAWAKAL DALAM OTAK

1. T menjadi (T)aat ;

2. A menjadi (A)qidah ;

3. W menjadi (W)ahyu ;

4. A menjadi (A)llah ;

5. K menjadi (K)itab ;

6. A menjadi (A)l Qur’an ;

7. L menjadi (L)ailatul qodar

IV MAKNA AMANAH DALAM OTAK

1. A menjadi Amal

2. M menjadi Martabat

3. A menjadi Akhlak

4. N menjadi Nasib

5. A menjadi Azab

6. H menjadi Hari

V  MAKNA KERJA DALAM OTAK

1. K menjadi KEBAJIKAN

2. E menjadi ENERGI

3. R menjadi RASIONAL

4. J  menjadi JANJI

5. A menjadi ADIL

VI  PENUTUP

BAGIAN II HIDUP DAN MATI DALAM PANDANGAN BATHIN

I   PENDAHULUAN

II  AKTUALISASI MAKNA HIDUP

III  MAKNA HIDUP DALAM ISLAM 

1. H menjadi HIJRAH

2. I  menjadi INSYAF

3. D menjadi DURHAKA

4. U menjadi USAHA

5. P menjadi  PAHALA

 III MAKNA MATI DALAM ISLAM

1. M menjadi MALAIKAT

2. A menjadi AJAL

3. T menjadi TAKDIR

4. I  menjadi ISTIRAHAT

IV PENUTUP

BAGIAN III MAKNA IMAN DAN AMAL DALAM PANDANGAN BATHIN

I    PENDAHULUAN

II   MAKNA IMAN

1. I menjadi IKRAR

2. M menjadi MANUSIA

3. A menjadi ALLAH

4. N menjadi NABI

5. Kesimpulan

III  MAKNA AMAL

1. A menjadi AKHLAK

2. M menjadi MARTABAT

3. A menjadi AJARAN

4. L menjadi LANGKAH

IV. PENUTUP

 

KATA PENGANTAR

Dalam perjalanan hidup ini penuh dengan cobaan dan tantangan seperti halnya dunia ini ibarat roda pedati, kesusahan dengan kesenangan silih berganti, dimana kesulitan itu hanya sebentar, sebaliknya kesenangan itu hanya sekejab.

Oleh karena itu, pikirkan kemungkinan “gelap” dalam hidup yang bermakna 1) Gelap karena hari malam ; 2) Gelap mata karena buta ; 3) Gelap otak karena tidak berpengetahuan ; 4) Gelap hati karena tidak beragama ; 5) Gelap penghidupan karena kandas ekonomi.

Jadi dalam kegelapan ini, maka dalam perjalanan hidup yang singkat ini sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah Swt, maka ia harus mampu berpikir tanpa ada keragu-raguan bahwa orang harus mau hidup dan harus tahu bagaimana meninggalkan dunia yang fana ini.

Dengan memperhatikan hal yang kita ungkapkan diatas, maka ada dorongan untuk pikirkan terus bahwa tidak ada kesalahan yang mematikan, kecuali anda menjadikan begitu, sehingga dengan pemikiran tersebut diatas marilah kita menyimak satu setelah mati, kecuali atas amal perbuatannya selagi di dunia. Jadi sejalan dengan pikirkan kemungkinan dan pikirkan terus, maka tulisan dituangkan dalam tiga bagian :

Bagian Pertama, akan mengungkapkan kemampuan pentingnya dalam memanfaatkan „OTAK“ dari sisi pandangan bathin dalam usaha berpikir dalam arti mencari kebenaran, untuk memahami „Manusia, siapa, darimana dan kemana?“. Jawabannya seberapa jauh kita mampu menggerakkan dalam proses berpikir secara sadar (otak dan hati) dan tidak sadar (hati) untuk mengungkit kekuatan ingatan dalam mencari kebenaran.

Bagian Kedua, akan mengungkapkan kemampuan kekuatan kebiasaan pikiran mengamalkan makna „OTAK“ sebagai suatu pendekatan dalam usaha mengetuk dinding jiwa untuk melepaskan diri dari sikap dan perilaku yang tidak sejalan dengan keyakinan dan kepecayaan yang dianutnya, oleh karena itu maka manusia selalu siap menjalankan pemahamannya dalam makna „HIDUP dan MATI“ dari sisi pandangan bathin.

Bagian Ketiga, akan mengungkapkan berdasarkan kemampuan yang terungkap dalam bagian kesatu dan kedua, menjadikan kemauan yang kuat untuk menuntun kedalam kebiasaan pikiran yang produktif agar dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan dalam ajaran Islam yang diyakini sehingga sebagai manusia yang selalu berpikir baik secara sadar maupun tidak, maka segala tempat dapat dipenuhi oleh isinya selain dari tempat ilmu, sehingga tempat ilmu makin diisi makin bertambah besarnya. Tempat ilmu ialah unsur dalam jiwa yang kita sebut „kesadaran, kecerdasan dan akal“. Jadi semakin bertambah ilmu semakin terasa kebodohan kita. Orang yang merasa diri pandai ialah orang tidak menambah pengetahuan.

Sejalan dengan pikiran maka daya kemauan yang kuat akan mampu dalam mengamalkan makna „IMAN dan AMAL“ dalam perjalanan hidup ini.

Melaksanakan kebiasaan yang produktif yang ditopang oleh kekuatan Ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dan keinginan sebagai niat, akan mampu mendorong kekuatan kebiasaan berpikir kedalam usaha-usaha untuk meningkatkan kedewaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual dalam menuntun sikap dan perilaku.

Akhirnya marilah kita merenungkan ungkapan seperti air laut bila ditimba akan kering, tapi lautan ilmu pengetahuan, kian ditimba kian bertambah airnya.

Bandung, Juli 2010.

 

 

 

 

MENUAI PERJALANAN HIDUP (7, 8)

July 17, 2011

7. RAMBU-RAMBU MENUJU PERJALANAN HIDUP ABADI

 PENDAHULUAN

Bertitik tolak dengan pokok-pokok pikiran yang telah kita ungkapakan pada bagian terdahulu, diharapkan dengan pendekatan yang kita sebut 7 M (membaca, menterjemahkan, meneliti, mengkaji, menghayati, memahami, mengamalkan) mampu menggerakkan kekuatan pikiran kedalam kemauan dan kebiasaan untuk menuntun tentang menjaga hubungan dengan Allah adalah merupakan suatu kewajiban bagi hamba-hamba Allah yang mendambakan keselamatan.

Oleh karena itu, ingatlah selalu sebagai rambu-rambu menuju perjalanan hidup abadi kedalam kebiasaan kekuatan pikiran untuk :

Pertama, kita harus bertaqwa kepada-Nya dalam arti kita harus mampu dalam melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, sehingga dengan demikian Allah akan selalu menjaga dan memberikan pertolongan kepada kita.

Kedua, Kita harus memohon apa yang kita kehendaki hanya kepada Allah dan tidak kepada yang lain.

Ketiga, Kita harus meyakini bahwa Allah memiliki ketentuan, peraturan dan undang-undang yang diterapkan untuk segala yang ada di dunia ini, yang semuanya akan berlaku, beredar dan berjalan tepat dan sesuai dengan setiap yang ditentukan, diatur dan diundangkan oleh Allah tadi.

Sejalan dengan kekuatan pikiran diatas, maka renungkan tentang tujuh golongan yang mendapat perlindungan Allah di hari Akhirat yaitu :

1.     Imam / pemimpn yang adil.

2.     Pemuda yang tumbuh dewasa dan rajin beribadat kepada Allah.

3.     Orang yang hatinya selalu terikat ke misjid (untuk beribadat)

4.     Dua orang saling kasih mengasihi karena Allah, keduanya berkumpulkan atau berpisah karena Allah.

5.     Seorang lelaki yang diajak (berzina) oleh wanita yang berkedudukan lagi cantik tetapi dia menolak sambil berkata „Saya takut kepada Allah“

6.     Orang yang bersedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya tidak mngetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.

7.     Orang yang selalu ingat kepada Allah di kala sendirian hingga ia mencucurkan air matanya.

Jad untuk memperoleh perlindingan dari Allah pada waktu kita dibangkitkan nanti, kita harus berusaha menjadi Mu’min yang selalu berlaku adil, rajin beribadah, ikhlas, saling menyayangi, menjauhkan diri dari perbuatan zina, suka mengeluarkan sedekah, dan selalu ingat kepada Allah.

Dengan meningkatkan kemauan dan kebiasaan dalam melangkah dari kekuatan pikiran yaitu satu dari sisi „menjaga hubungan dengan Allah dan disisi lain „ memahami tujuh golongan yang mendapat perlindungan Allah di hari akhirat“ diibaratkan seperti mata uang yang memiliki nilai bila kita dingatkan bahwa keselamatan kita, kutamaan kita dan seluruh ikhwal kita ditentukan oleh amal kita sendiri, sehingga jika tidak sempat kita beramal, maka kemuliaan keluarga kita, kakek-nenek kita, bapak-ibu kita tidak akan berarti sama sekali terhadap kehidupan kita.

MELANGKAH MENJALANI RAMBU-RAMBU KEHIDUPAN

Sebelum melangkah dalam kehidupan dunia, maka jangan tertipu pada yang tampak tidak selalu seperti yang sejatinya, cobalah rnungkan seperi ibarat bahwa dunia ini sebagai minum air laut, semakin diminum semakin haus, akhirnya mati dalam kehausan. Oleh karena itu kenalilah tabiat dunia dengan hatimu dan jiwamu dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran inderawi yang menyandarkan penglihatanmu pada nafsu sebagai wilayah kcenderunganmu.

Sebab, ia selalu membawamu memperhatikan aapa yang tampak secara lahir dari peristiwa itu sendiri. Kesulitan berubah menjadi kemudahan ; kebahagian berubah menjadi kesedihan ; kekayaan berubah menjadi kemiskinan adalah tabiat dasar dunia.

Oleh karena itu, renungkan ungkapan seperti “Di dunia lebih mudah membuat kebaikan dari kejahatan. Tetapi manusia lebih condong membuat kejahatan dari kebaikan. Sebabnya nafsu lebih tua umurnya dari akal. Iblis lebih tua umurnya dari manusia. Sedang manusia dikepung oleh empat penjuru musuh, kiri hawa, di kanan nafsu, di muka dunia, di belakang setan yang menunda ke muka. Tubuh dan dunia dalam kekotoran karena itu perlu pengetahuan dan keimanan serta bersihnya jiwa.” Walaupun dunia ini penuh dengan beraneka kesusahan, orang takwa tidak akan susah sebagaimana  ikan tidak asin yang tinggal di air laut yang sangat asin. Jadi dunia ini seperti roda pedati, kesusahan dengan kesenangan silih berganti. Kesulitan itu hanya sebentar, kesenangan itu hanya sekejab.

Dengan demikian ingatlah rambu-rambu dalam perjalanan hidup di dunia ini, yang sejalan dengan kemampuan kita meningkatkan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual dalam usaha memahami dunia ini.

Sejalan dengan kemampuan meningkatkan kekuatan pikiran kedalam kemauan dan kebiasaan diharapkan mampu membentuk ingatan yang kuat dan pikiran yang tenang dalam melaksanakan rambu-rambu menuju perjalanan hidup abadi melalui apa yang kita sebut dengan kekuatan dorongan yang mencakup hal-hal sebagai berukut :

Menggali pijar cahaya Al Qur’an :

Sebagai pedoman hidup kedalam konsepsi islam untuk menuntun manusia bergerak menuju kesempuraan dengan memahami fitah dasar manusia ; kebebasan dan pengendalian diri ; kewajiban paling berharga manusia adalah pendidikan ; peran konstruktif dan destruktif kebiasaan ; mensucikan diri dari kejahatan ; taat dan tunduk menghadapi keputusan Allah ; takut menghadapi kemurkaan allah ; mengingat kematian ; berserah pada takdir dan anugerah ; berjuang dari aib menuju yang gaib ; berhijarah kepada allah dalam berserah ; dzikir cahaya ilahi ; menguak hikmah cahaya ilahi

Menggali kekuatan lentera kehidupan :

Dengan 7 M galilah kekuatan dalam lentera penerangan kalbu ; lentera penerang kehidupan ; lentera penerang kegelapan ; lentera pembakar kebathilan ; lentera dalam balasan jangan tertipu ; tanggalkan kebangggaanmu ; sempurnakan jiwamu ; tinggalkan kebiasaanmu ; balasan ketaatan ; menggugah kewajiban sebagai langkah kehidupan ; sumber ketenteraman batin ; cahaya kebajikan dalam hubungan antar manusia ; keajaiban kekuatan kehendak ; pelita ilahi ; menghiasi hidup dengan cahaya ilahi ; pelita cinta dan kasih sayang ; pelita menuju kebenaran

Meningkatkan kedewasaan dalam kepribadian :

Kreteria nilai-nilai kepribadian ; peran dasar agama dalam pendidikan ; wujud kepribadian dalam pemikiran islam ; peran pembangunan dan pengembangan dari kekuatan islam, iman dan amal serta dampak dari ruh, hati dan iwa ; mengembangkan kekuatan pikiran positif dan menjauh pikiran negatif ; melihat keterkaitan hubungan antara psikologis dan fisiologis ; mengamalkan sumber-sumber kehormatan manusia sejati ; keyakinan diri dan keyakinan kepada tuhan ; Zuhud terhadap kekuasaan

KESIMPULAN

Daya kemauan adalah tonggak dari kekuatan kebiasaan pikiran untuk dapat memberikan daya dorong kedalam usaha yang terpikirkan untuk melihat dunia ini yang hendak kita lalui dalam perjalanan hidup ini.

Oleh karena itu, gerakkan pikiran kedalam keinginan tahuan tentang sadar kemauan yang menunjukkan jalan kedalam kekuasaan untuk memimpin diri sendiri dalam rangka memperkuat daya kemauan dari proses kemauan membentuk watak dari percikan kebiasaan-kebiasaan pikiran positif melalui kekuatan “rambu-rambu menuju perjalanan hidup abadi”

Apa yang terpikirkan dari kemauan dan kebiasaan untuk mendorong membentuk ingatan yang kuat dalam usaha mengungkit kekuatan pikiran yang terang, oleh karena itu, sediakan waktu untuk membaca karena itu sumber nikmat ; sediakan waktu untuk tertawa karena itu musiknya jiwa ; sediakan waktu untuk berpikir karena itu pokok kemajuan ;sediakan waktu untuk beramal karena itu pangkal kejayaan ; sediakan waktu untuk kegembiraan karena itu membuat muda selalu ; sediakan waktu untuk beriman karena itu adalah induk dari segala ketenteraman hati.

Sempurnakan perjalan hidup abadimu, dengan membayangkan bahwa Syurga rindu kepada orang 1) Orang yang tidak menyakiti orang lain ;

2) Orang yang berpuasa ; 3) Orang sembayang malam ; 4) Orang yang memberi makan orang yang lapar ; 5) Bersih jiwanya. Jadi ingatlah bahwa Syurga itu diramaikan dengan pekerjaan yang berat mengerjakannya. Tidak akan dapat masuk syurga seseorang yang dalam hatinya ada takbur meskipun sebesar biji sawi. Neraka diramaikan dengan syahwat.

8.     PENUTUP

  Sejalan dengan pikiran diatas, maka sejenak coba kita merenungkan, apa yang diungkapkan dalam Al Qur’an dalam AN UUR (Cahaya) surat ke 24, mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan :

 Mereka yang mendapat pancaran cahaya ilahi :

QS. 24 : 36“ Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,

37“ laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

38“ (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Mereka yang tidak diberi cahaya ilahi :

QS. 24 : 39“ Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya

40“ Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.

Dengan kemauan dan kebiasaan, kita mengungkit kekuatan pikiran dalam usaha-usaha untuk :

„Menuai perjalanan hidup abadi melalui kemampuan menemukan jati diri dalam melibatkan keagungan Allah“, maka renungkan baik-baik surat An Nur diatas yang akan memberikan gelombang kehidupan dengan mengingat hal-hal yang kita sebutkan dibawah ini :

JANGAN TERUS BERSEDIH bila hidupmu terasa pedih. Ini perputaran-kehidupan yang wajar. Pergeseran keadaan yang lumrah. Dan, dalam setiap putaran waktu yang dijalankan-Nya selalu ada makna dan pesan yang bisa kita ungkap.Kesempitan dan penderitaan kadang justru membuat kita makin dekat dengan-Nya. Kitapun jadi sering datang kepada-Nya untuk mencurahkan segala keluh kesah. Bukankah hal-hal yang besar sering kali diperoleh justru saat kita mengalami kesulitan ? Bukankah prubahan juga kadag muncul dari situasi penuh tekanan ?

KOSONGKAN HATIMU dari selain-Nya maka hatimu akan dipenuhi oleh-Nya. Dunia adalah tabir yang mmbayang-bayangi cahaya-Nya. Bayang-bayang inilah sering kali menjadi kabut yang menutupi kesadaran yang palng rendah, sehingga kita tidak bisa melihat dengan jelas apa yang matahari kesadaran bisa terbit darinya. Lalu biarkan cahaya itu, menyinarimu dalam setiap gerak dan diammu.Semakin terang cahaya dalam engkau masih mungkin tersesat ?

BILA POSISI HATIMU BETUL, cahaya-Nya akan mudah memantul. Hati ibarat cermi. Semakin jernih cermin semakin terang cahaya yang terpantul. Engkau tentu akan menjadi hamba-Nya yang mudah melihat kebenaran, merasakannya dan bahkan menjadi kebenaran itu sebagai napas hidupmu. Dengancermin jernih, gambaran dunia dan dirimu juga terlihat jelas dan bersih, tidak ada bagian-bagian yang samar. Engkau terlindung oleh-Nya dan pintu perbendaraan-Nya terbuka luas untukmu.

SIKAP BERSERAH membuatmu senantiasa tercerah. Sikap bersandar membuatmu senantiasa tersandar. Hidupkanlah cahaya islammu, sebab inilah yang membuatmu tidak lagi campur tangan kepada kehendak-Nya. Segala wujud inderawi tertutup oleh keberserahan dirimu kepada-Nya. Engkau menyadari bahwa bentuk ciptaan hanyalah jejak dan bayang-bayang dari Zat yang esa, yang pada akhirnya akan musnah.

JANGAN TERLALU BANGGA denganpengalaman mistis, sebab itu bisa membuat hatismu statis. Teruskan perjalanan, jangan hanya terkagum-kagum oleh banyak pengalaman. Sebab, hal ini bisa membuatmu lalai dan tehanyut dalam semuanya kebahagian. Engkau masih harus berlanjut, engkau tidak boleh terus temangu dan terkejut. Bila cahaya ruhanimu telah membuatmu bisa“melihat“ hal-gaib, itu Cuma fenomena galib. Masih ada samudra kegaiban yang belum engkau temukan, dan disanalah engkau bisa menylam lebih dalam.

HIDUPLAH SEBAGAIMANA ORANG BIASAmeski engkau dikarunia nikmat „luar biasa“. Sungguh para rasul, nabi dan wali allah hidup seperti orang kebanyakan. Bekerja sebagaimana wajarnya, beraktivitas sebagaimana umumnya. Tidak ada sedikitpun tampilan yang membedakan mereka dengan orang biasa. Rahasia keistimewaan mereka senantiasa tertupi oleh kewajaran hidup mereka.

YANG BATINNYA TERUS BERPIJAR akan hidup semakin wajar. Hiduplah dalam kerendahan hati, dan teruslah belajar tidak suka menonjolkan diri. Belajarlah meniti kesadaran agar bisa mengaki kelemahan dan kesalahan dalam kewajaran. Sebab, begitulah orang-orang pilihan-Nya menjalani hidup.

MESKI SAMUDERA KEGAIBAN ENGKAU LEWATI, belum tentu rahasia para hamba-Nya bisa engkau lawti. Begitulah cara-Nya , begitulah pilihan-Nya dan itulah kekuasaan-Nya. Jika engkau tulus menempuh jalan-Nya lanjutkanlah perjalananmu. Jangan teroda kepada permainan yang bisa membuatmu berbelk. Apa pun karunia-Nya terimalah dengan rasa syukur kepada-Nya.

SETIAP RAHASIA hamba yang tertangkap tidak harus selalu engkau ungkap. Karena butuh kesabaran dan kesadaran yang berkualitas sekaligus. Kesabaran enyingkapi kenyataan bahwa tidak setiap hamba menyadarinya. Juga kesadaran bahwa Dia-lah yang menjadikanmu melihat rahasia orang lain. Memang orang yang sadar sering kali bisa menangkap gelagat hati orang lain.Meskipun sesungguhnya keadaan semacam itu pada hakikatnya merupakan anugerah-Nya. Tetapi sadarilah bahwa selalu ada godaan yang bisa membuat kita salah menyingkapi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MENUAI PERJALANAN HIDUP (6)

July 17, 2011

6. MENGETUK DINDING JIWA DENGAN KEKUATAN   RUH DAN HATI

 PENDAHULUAN

Untuk mengetuk dinding jiwa, maka langkah awal yang terpikirkan bagaimana menggerakkan kekuatan pikiran dalam berpikir artinya berusaha mengetahui sesuatu yang belum diketahui.

Sejalan dengan pemikiran itu, kita mencoba untuk menghayati dari sisi huruf dalam kata. Kedua kata yang kita ungkapkan itu memili-ki sifat ketergantungan yaitu iman dan amal. Dengan pemahaman itu diharapkan memotivasi perasaan dan menghayati untuk menggerakkan kemampuan berpikir dalam usaha menemukan tentang diri sebagai jalan yang lebih dekat untuk mengenal Tuhan.

Sebagai muslim dengan kemampuan berpikir seharusnya ia mampu membina pribadinya sesuai dengan alunan syariat lahir batin serta mengaktualisasikan sepenuh kemampuan dan sebulat hati.

Sejenak bila kita merenung dan menghayati yang difirmankan pada S.Q. 9 : 119 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”

Jadi dengan pemahaman itu, maka orang-orang yang bertakwa, merekalah manusia-manusia bijak dengan setulus hati, sehingga kebenaran merupakan inti ucapan mereka, kesederhanaan adalah pakaian mereka dan kerendahan hati mengiringi gerak gerik dalam menjalankan kehidupan.

Dengan pikiran itu mereka tundukkan pandangan mereka terhadap segala yang diharamkan Allah. Dan mereka gunakan pendengarannya hanya untuk mendengarkan ilmu yang berguna.Jadi jiwanya selalu diliputi ketenangan dalam menghadapi cobaan sama seperti dalam menerima kenikmatan. Dan sekiranya bukan karena kepastian ajal yang telah ditetapkan, niscaya roh mereka takakan tinggal diam dalam jasad-jasad mereka hanya sekejap, baik sifat kerinduannya kepada pahala Allah atau ketakutannya akan hukumannya.

Oleh karena itu kembangkankanlah kemampuan berpikir dalam menemukan diri, sehingga kita meresapkan pandangan bahwa amal merupakan bagian dari iman, dapat dipastikan bahwa iman dapat meningkat dan berkurang. Dengan meningkatnya amal, meningkat pulalah keimanan dan dengan merosotnya amal, berkurang pulalah keimanan. Iman dan amal berjalin erat dan saling mempengaruhi.

Sebaliknya orang yang berpandangan bahwa amal bukan merupa-kan bagian dari iman harus menerima implikasi bahwa iman  tidak bertambah dan berkurang dengan bertambah dan berkurangnya amal.

Apa yang kita ungkapkan diatas menjadi daya dorong untuk mem-bayang-bayangi untuk kita selalu mengingat siapa, darimana, kemana perjalanan hidup ini, maka kita merenung kembali apa yang dipesankan oleh Rasullalah Saw. tentang jalan keselamatan seperti yang diungkapkan oleh Abu Hurairah r.a., bahwasanya beliau bersabda :

“Barang siapa melapangkan seorang Mu’min dari saalah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa meringankan penderitaan seseorang, maka Allah akan meringankan penderitaan-nya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa menutupi cacat seseorang Muslim, maka Allah akan menutupi cacatnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan selalu memberikan pertolongan kepada sseseorang selama tersebut suka menolong saudaranya. Dan barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tiada ber-kumpul suatu kaum dalam sebuah rumah dari antara rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca Al Qur’an dan mengkajinya bersama-sama, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat akan meliputi mereka dan malaikat akan mengerumuni mereka,serta oleh Allah mereka akan disebut di kalangan orang-orang yang berada disisi-Nya. Dan barangsiapa terlambat amalnya maka dia tidak akan dipercepat oleh nasab keturunannya” (H.R. Muslim).

Apa yang dapat kita tarik sebagai renungan untuk kita pikirkan dalam kehidupan agar jalan keselamatan menuju perjalanan abadi :

  • Menciptakan kehidupan yang harmonis dalam lingkungan hidup yang dijalaninya.
  • Berusha memupuk kebiasaan yang produktif dengan meningkatkan ilmu, keterampilan dan keinginan yang sejalan dengan niat.
  • Berusaha mengamalkannya dari seluruh ajaran dalam Al Qur’an kedalam iman dan amal dalam kehidupannya.

Dengan memperhatikan firman Allah dan sunnah Rasul yang kita utarakan diatas maka meningkatkan kemampuan berpikir dengan pendekatan pemahaman intuisi dan perasaan yang dapat membentuk akhlak dan martabat menjadi satu kepribadian yang utuh sehingga diharapkan dapat menumbuhkan akan hakikat diri kedalam sikap dan perilaku. Salah satunya adalah membangun kebiasa-an yang produktif yang berlandaskan ilmu, keterampilan dan ke-inginan menjadi manusia yang memiliki kejujuran.

Kejujuran adalah kebenaran yang menjadi lanndasan iman dan kenyataan kehidupan sehari-hari, sebaliknya kebohongan adalah yang tidak benar dijadikan landasan berpijak. Oleh karena itu dalam usaha menuju ke jalan kebenaran maka ia beriman kepada Allah Swt, mengetahui rahasia kehidupan, maka ia harus menempuh kejujuran daalam ucapan dan perbuatannya serta menjadikannya dalam hidupnya. Karena ia menyadari sepenuhnya bahwa bohong adalah bertentangan dengan iman. Bohong adalah bahaya yang merusak aqidah dan amal perbuatan.

Sejalan dengan pokok pikiran yang kita ungkapkan diatas, maka usaha-usaha untuk mengetuk dinding jiwa dengan kekuatan ruh dan hati diperlukan kekuatan dalam berpikir, dimaksudkan untuk mengetahui dari sesuatu yang belum diketahui, disinilah letak manusia berpikir mencari kebenaran dengan mengungkit pemahaman sebagai daya dorong menjadi „KAYA“ dalam kebiasaan yang produktif artinya mencari (K)ebenaran dengan landasan (A)gama dengan kekuatan (Y)akin dalam menjalankan (A)manah.

DENGAN 7 M MENDALAMI MAKNA RUH, HATI DAN JIWA

Sejenak kita membayangkan bahwa andil dalam kehidupan walaupun pada diri sendiri, maka kalau jasmani makan, rohani juga makan yaitu dengan pengetahuan. Kalau jasmani berpakaian rohani mesti berpakaian yaitu budi. Kalau jasmani berlatih, rohani juga dilatih yaitu dengan kesusahan. Kalau jasmani dibersihkan , rohani juga dibersihkan dengan kesucian bathin dan kalau jasmani diobati rohani juga harus diobati dengan kebiasaan pikiran prodktif, maka akan terbentang keinginan untuk mengetahui dari yang tidak tahu menjadi tahu sebagai dorongan untuk berpikir. Jadi untuk mengetuk dinding jiwa dengan kekuatan roh (ruh) dan hati dalam menuai perjalanan hidup abadi diperlukan kekuatan untuk mengetahui apa yang diajarkan dalam Al Qur’an tentang Roh, Hati dan Jiwa itu sendiri.

RUH (ROH), seperti yang diungkapkan dalam  Al Qur’an sbb. :

QS. 17 : 85” Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

QS. 4 : 171 “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

QS. 19 : 17” maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

QS. 32 : 9” Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

QS. 38 : 72” Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.

QS. 66 : 12” dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang ta`at.

QS. 78 : 38” Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

QS. 81 : 7” dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),

Dengan mngungkapkan surat dan ayat yang kita kemukan diatas, maka kita untuk memikirkan hal-hal yang terkait dengan

  • Petunjuk-petunjuk Alah dalam menghadapi tantangan ;
  •  Pandangan Al Qur’an terhadap Nabi Isa a.s. ;
  •  Kisah Maryam dan Nabi Isa a.s. ;
  •  Proses kejadian manusia dan kebangkitannya di hari kiamat ;
  •  Adam dan godaan iblis ;
  •  Contoh-contoh tentang isteri yang tidak baik dan isteri yang baik ;
  •  Perintah agar manusia memilih jalan yang benar kepada Tuhannya ;
  •  Dikala terjadi peistiwa-peristiwa besar pada hari kiamat, tahulah tiap-tiap jiwa apa yang telah dikerjakannya waktu di dunia.

Ruh berangsur dewasa sesuai dengan perkmbangan jasmani :

S.22 : 5“ Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

Ruh berarti malaikat :

QS. 19 : 17” maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Manusia setelah meninggal ruhnya kembali kepada Allah :

QS.6 : 62” Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat.

Ruh termasuk urusan Tuhan / persoalan ruh monopoli Allah :

QS.17 : 85” Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Ruh yang sadar :

QS. 75 : 2” Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Ruh yang tenang :

QS.89 : 27” Hai jiwa yang tenang.

Ruh dan jasad manusia akan dipertemukan lagi di akherat :

QS. 81 : 7” dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh),

Keadaan ruh orang tidur/mati  ; Ayat Allah pada dinamika ruh manusia :

QS. 39 : 42” Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

HATI, diungkapkan dalam surat dan ayat seperti dibawah ini :

QS, 2 : 10” Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.,

93” Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menta`ati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)”., 118, 204, 225, 235, 263, 264, 283, 284

QS. 3 : 103” Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menta`ati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)”.,118,119,120, 126, 139, 151, 153, 154, 156, 167, 170,171,186,199

QS. 4 : 4” Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya., 32, 63, 65, 90, 104, 155

QS. 5 : 7” Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami ta`ati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)., 13, 41, 52, 68, 89, 113

QS. 6 : 25” Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al Qur’an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”., 3, 45, 48, 110, 113

QS. 7 :35” Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati., 49, 64, 93, 10, 101, 17, 205

QS. 8 : 2” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,, 10, 11, 12, 24, 43, 45, 49, 63, 78

QS. 9 : 8” Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian)., 14, 15, 45, 47, 48, 55, 64, 87, 93, 110, 114, 117, 125, 127

QS. 10 : 62” Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati., 74, 88

QS. 11 : 120Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.,

QS. 13 : 28” (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

QS. 14 : 37” Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur., 43

QS. 15 : 47“ Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan., 88

QS. 16 : 22” Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong., 78, 102, 108, 127

QS. 17 : 25” Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat., 36, 72, 74

QS. 18 : 6” Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an)., 14, 18, 28, 57

QS. 19 : 24” Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu., 26, 96

QS. 20 : 40” (yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir`aun): ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?” Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Mad-yan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa,, 67

QS. 21 : 3” (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?”

QS. 22 : 15“ Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya., 31, 35, 46, 53, 54

QS. 23 : 60” Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,, 63, 78

QS. 24 : 37”, 50

QS. 25 : 32” laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. ,  74

QS. 26 : 88” (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,, 194

QS. 27 : 14”Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.

QS. 28 : 7” Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul., 10, 13, 43

QS. 30 : 59” Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.

QS. 31 : 23” Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 32 : 9” Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

QS. 33 : 4”Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan isteri-isterimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). , 5, 10, 11, 12, 26, 37, 51, 53

QS. 34 : 23“ Dan tiadalah berguna syafa`at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa`at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata: “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “(Perkataan) yang benar”, dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

QS. 35 : 38“ Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Qs. 37 : 84” (Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.

QS. 39 : 22“ Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata., 45

QS. 40 : 18” Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata., 19, 35, 80

QS. 42 : 24” Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah”. Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 43 : 71” Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.”

QS. 46 : 26“ Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.

QS. 47 : 20“ Dan orang-orang yang beriman berkata: “Mengapa tiada diturunkan suatu surat?” Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka., 29

QS. 48 : 4” Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,, 11, 12, 18, 26

QS. 49 : 7” Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,, 14

QS. 50 : 16” Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya,

QS. 53 : 11“ Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

QS. 57 : 6” Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 59 : 2” Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan., 10, 13, 14,

QS. 64 : 11“ Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

QS. 65 : 6” Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya; dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu), dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

QS. 66 : 4“ Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu’min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

QS. 67 : 13“ Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Dengan membaca serta kita merenungkan tentang hati yang diungkapkan dalam surat dan ayat diatas mengingatkan kita kepada hal-hal yang terkait dengan :

  • Golongan munafik ;
  • Keharusan menjaga persatuan ;
  • Kewajiban para washi terhadap asuhannya dan kewajiban para wali terhadap orang yang dibawah perwaliannya ;
  • Wudhu’, mandi dan tayamun ;
  • Kesaksian kaum musyrikin  terhadap dirinya sendiri dan keadaan merka di hari kiamat ;
  • Pengutusan para Rasul dan akibat penerimaan dan penolakan kerasulan ;
  • Sifat-sifat orang mu’min ;
  •  Sebab-sebab perjanjian damai Pelajaran dari kisah-kisah beberapa Nabi ;
  • Ketenteraman hati orang-orang yang beriman serta pembalasan bagi mereka ;
  • Permohonan-permohonan Nabi Ibrahim a.s. ;
  • Rahmat Allah bagi orang-orang yang bertakwa :
  • Ketakaburan menjadikan seseorang ingkar kepada kebenaran  ;
  •   Beberapa tata krama pergaulan ;
  • Ancaman terhadap kpercayaan Tuhan punya anak  ;
  • Kelahiran Nabi Isa a.s. ;
  • Nikmat-nikmat Allah Kepada Nabi Musa a.s. sejak kecil  ;
  • Ocehan kaum musyrikin Allah pasti datang ;
  • Sifat-sifat seorang muslim yang ukhlis ;
  • Mereka yang mendapat pancaran nur ilahi ;
  • Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al Qur’an pada hari kiamat ;
  • Kisah Ibrahim a.s. ;
  • Musa a.s. menerima wahyu dari tuhan , Muhammad-pun menerima wahyu yaitu Al Qur’an dari Tuhan ;
  • Musa a.s. dicampakkan ke dalam sungai Nil untuk menyelamatkan kaumnya dari kekejaman Fir’aun  ;
  • Anjuran memperhatikan tamsil ibarat yang terdapat dalam Al Qur’an
  •  Kekuasaan Allah adalah mutlak dan akibat pengingkaran terhadapnya ;
  • Proses kejadian manusia dan kebangkitannya di hari kiamat ;
  • Sembahan-sembahan selain Allah  tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun;
  • Kebenaran Allah dan tidak berdanya sembahan-sembahan selain Allah
  • Nabi Ibrahim menghancurkan berhala ;
  • Perbandingan antara orang-orang mu’min dan orang-orang yang kafir.
  • Kewajiban menunaikan ibadat kepada Allah ;
  • Allah mmberikan pembalasan kepada amal seseorang menurut niatnya ;
  • Kebahagian yang dini’mati oleh penduduk surga dan kesengsaraan yang dialami oleh penduduk neraka ;
  • Kehancuran kaum ‚aad  ;
  • Ancaman terhadap orang-orang munafik dan orang-orang murtad ;
  •  Khabar gembira kepada Nabi Muhammad S.A.W. dan kaum muslim ;
  •  Cara menyelsaikan persngktaan yang timbul antara kaum muslimin ;
  •  Gerak gerik manusia dan perkataannya dicatat oleh para malaikat ;
  •  Tuhan bersumpah bahwa wahyu yang diturunkan kepada nabi muhammad s.a.w. adalah benar. ;
  • Segala sesuatu pada hakekatnya milik Allah maka janganlah kamu merasa berat menafkahkan harta  dan rezekimu di jalan Allah ;
  •  Pegusir bani nadhir dari madinah ;
  • Kesalahan-kesalahan manusia akan dinampakkan Allah pada hari kiamat
  • Beberapa ketentun tentang thalaaq dan ‚iddah ;
  • Nabi Muhammad s.a.w. dengan istri-isterinya ;
  • Janji-janji Allah kepada orang-orang mu’min.

Allah mendinding antara manusia dan hatinya :

QS. 8 : 24” Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

Allah mengetahui yang di dalam hatinya:

QS. 3 : 29” Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. 35 : 38” Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Allah mengunci hati orang yang mengikuti hawa nafsu :

QS. 2 : 7” Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.,  88” Dan mereka berkata: “Hati kami tertutup”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.

QS. 42 : 24“ Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah”. Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 45 : 23“ Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

QS. 47 : 16“ Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka. , 24“ Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?

QS. 57 : 16“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

QS. 63 : 3“ Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.

QS. 74 : 31“ Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

Allah menutup hati orang yang berpaling setelah dieringatkan :

QS. 18 : 57“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya,

Berhati-hati :

QS. 5 : 41“ Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah” Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

QS.9 : 50“ Jika kamu mendapat sesuatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: “Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi berperang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.

QS. 64 : 14“ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Baik hati :

QS. 49 : 3”Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

QS. 50 : 33“ (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,

QS. 57 : 16“ Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik., 27“ Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

QS.58 : 22“ Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.

QS. 59 : 9“ Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 66 : 4“ Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu’min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

Hati keras bagai batu :

QS. 2 : 74“ Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Rela hati :

QS. 2 : 158“ Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa`i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Sedih hati :

QS.2 : 62“ Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati., 262“ Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan sipenerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Ketenteraman hati bisa dicapai dengan mengingat Allah :

QS. 13 : 28“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Orang yang buta hati tak dapat lagi memahami kebenaran :

QS. 22 : 46“ maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

Suka hati :

QS. 41 : 11“ Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

Teguh hati :

QS. 16 : 96 “ Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

QS.  39 : 10“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Rendah hati :

QS. 6 : 63”Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”

QS. 7 : 55”Berdo`alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas., 146“ Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya.

QS. 25 : 63”Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.

QS. 28 : 83”Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

QS. 31 : 18” Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri., 19“ Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

QS. 40 : 35” (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.

JIWA, diungkapkan dalam surat dan ayat seperti dibawah ini :

QS. 2 : 155” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

QS. 3 : 164” Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata., 185” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

QS. 4 : 63” Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka., 95” Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

QS. 5 : 45” Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

QS. 6 : 36” Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya-lah mereka dikembalikan., 151” Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).

QS. 7 : 172” Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

QS. 8 : 72” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

QS. 9 : 81” Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas (nya)”, jikalau mereka mengetahui., 103” Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui., 118” dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

QS. 17 : 33” Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.

QS.18 : 74” Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”.

QS. 21 : 102” mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam meni`mati apa yang diingini oleh mereka.

QS. 25 : 68” Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),

QS. 31 : 28” Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

QS. 32 : 13” Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripadaku; “Sesungguhnya akan aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.

QS. 39 : 42”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir., 70“ Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.

QS. 40 : 17”Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.

QS. 49 : 15” Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.

QS. 61 : 11” (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,

QS. 75 : 2” dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).

QS.81 : 14” maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

QS. 82 : 5” maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

QS. 86 : 4” tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya.

QS. 91 : 7” dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),, 8” maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,, 9” sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

Dengan membaca dan kita merenungkan kembali tentang jiwa seperti yang trungkap dalam surat dan ayat diatas akan mengingatkan kita tentang hal-hal yang terkait dengan :

  • Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran ;
  • Akhlak dan beberapa sifat nabi Muhammad s.a.w.,
  •  Kebhakilan dan dusta serta balasannya ;
  •  Dasar-dasar pemerintahan,
  • Perbedaan antara orang yang berjihad dan yang tidak berjihad karena uzur dengan yang tidak berjihad ;
  • Pengigkaran orang-orang yahudi terhadap hukum-hukum taurat dan khausan memutuskan perkara meurut hukum yang diturunkan Allah ;
  •  Firman Allah yang membsarkan hati nabi Muhammad s.a.w.,
  •  Peraturan-peraturan yang dibuat-buat oleh kaum musyrikin dan pimpinan Allah terhadap kaum muslimin ;
  • Ketaudian sesuai dengan fitrah manusia ;
  • Cinta perdamaian dan keharusan mempertebal semangat jihad ;
  •  Keadaan orang-orang munafik yang tidak mau berjihad, 103 Keharusan penguasa memungut zakat,
  • Larangan memintakan ampun untuk orang-orang musyrik ;
  •  Beberapa tata krama pergaulan ;
  • Khidr membunuh seorang anak ;
  • Kisah beberapa orang Nabi ;
  • Sifat-sifat hambah Allah yang mndapat kmuliaan ;
  •  Kekuasaan Allah adalah mutlak dan akibat pegingkaran terhadapnya ;
  • Sebuah perbandingan antara orang-orang mu’min dengan orang kafir  ;
  • Syafa’at itu adalah semata-mata hak Allah ,
  •  Beberapa peristiwa yang terjadi pada hari kiamat ;
  •  Kewajiban menunaikan ibadat kepada Allah ;
  •  Ciri-ciri iman yang sebenarnya ;
  •  Kemenangan dapat diperoleh hanya dengan pengorbanan;
  •  Kekuasaan Allah menghidupkan manusia seperti semula ;
  •  Teguran kepada Rsulullah s.a.w.   ;
  •  Celaan terhadap manusia yang durhaka kepada Allah  ;
  •  Tiap-tiap manusia itu ada yang menjaganya;
  •  Manusia diilhami Allah jalan yang buruk dan yang baik.

Berjihad dengan jiwa dan harta untuk mendapatkan keridhaaan Tuhan

QS.61 : 11“ sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,, 12“ niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn. Itulah keberuntungan yang besar., 13“ Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Penghargaan Allah terhadap jiwa yang tenang

QS. 89 : 27” Hai jiwa yang tenang., 28” Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya., 29” Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,, 30” dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Jiwa seseorang dalam kekuasaan Tuhan

QS. 39 : 42”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir., 70“ Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan

Tiap yang berjiwa akan merasakan mati

QS. 3 : 185“ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

QS. 21 : 35” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

QS. 29 : 57” Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

Jiwa yang menyesali dirinya

QS. 75 : 2” dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri

Jiwa yang muta’innah

QS. 89 : 27” Hai jiwa yang tenang., 28” Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya., 29” Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku,, 30” dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Mengotori jiwa

QS. 91 : 10” dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Penyakit jiwa (hati)

QS. 2 : 10” Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

QS. 8 : 49” (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

QS. 9 : 125” Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

QS. 22 : 15” Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya., 53” agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,

QS. 24 : 50” Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.

QS. 33 : 12” Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”., 60” Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar,

QS. 47 : 29” Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?

Persaksian jiwa tentang tuhan

QS. 7 : 172” Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

Mensyujikan jiwa

QS. 91 : 9” dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya

Tiap jiwa di jaga oleh malaikat

QS.13 : 11“ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

QS.86 : 4“ tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya.

KESIMPULAN

Hidup penuh dengan perjuangan dan kesulitan hidup yang mungkin tidak henti-hentinya. Semuanya silih berganti, kesulitan yang satu disusul oleh kesulitan lain, oleh karena itu bayangkan dalam kebiasaan berpikir bahwa hidup tiada berilmu sebagai sampan tidak berkemudi. Orang yang tidak mnambah ilmunya berarti kalah dalam perjuangan hidup.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka kita juga membayangkan bahwa hidup dalam pelayaran yang jauh untuk menuju keakhirat, maka terbayang dalam kekuatan pikiran untuk menggugah kemauan dan kebiasaan menjadi penggugah untuk 1) perkuat sampan, tambal mana yang bolong ; 2) peringan beban ; 3) perbanyak perbekalan ; 4) segala pekerjaan dengan ikhlas.

Oleh karena itu, segala usaha untuk meraih kesempurnaan spritual dalam mengetuk dinding JIWA dengan kekuatan ROH (RUH) dan HATI dalam perjalanan hidup abadi ini adalah kekuatan meningkatkan kesempurnaan sebagai fitrah yang sangat kuat dalam diri manusia kedalam berbagai dorongan yang bergolak dari kekuatan amalan lahir dan bathin

Kekuatan dorongan tersebut ingatlah bahwa ROH (RUH) bila diuraikan unsur kata menjadi (R)ahasia , (O)rang / (U)mur, (H)idup, jadi bila unsur kata tersebut disusun kedalam untaian kalmat yang bermakna, HIDUP adalah Kekuasaan sebagai (R)ahasia Tuhan yang menetapkan (U)mur dalam perjalanan (H)idup manusia. Dengan mengingat HIDUP sebagai untaian kalimat yang bermakna menjadi pendorong bahwa setiap waktu bila Tuhan telah berkehendak dapat mencabutnya.

Oleh karena itu, ingatlah pula kekuatan dorongan HATI, bila diuraikan unsur kata menjadi (H)asrat, (A)manah, (T)ndakan, (I)lmu, jadi  bila unsur kata tersebut disusun kedalam uantaian kalimat yang bermakna, maka HATI adalah dorongan kekuatan memandang yang digerakkan oleh kekuatan (H)asrat dalam menjalankan (A)manah kedalam (T)indakan yang berlandaskan keputusan (I)lmu pengetahuan.

Kekuatan dorongan JIWA, bila diuraikan unsur kata menjadi (J)asmani, (I)hsan, (W)atak, (A)gama, jadi bila unsur kata tersebut disusun kedalam untaian kalimat yang bermakna, JIWA adalah kekuatan unsur badan sebagai (J)asmani yang bertanggung jawab kedalam (I)hsan dalam membangun (W)atak yang berlandaskan tuntunan (A)gama.

Bertitik tolak dari kekuatan pemikiran diatas, diharapkan ada kemampuan manusia menmukan jati dirinya dengan mengetuk dinding JIWA yang ada dalam diri manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan kualitas yang sejalan dengan tingkat kedewasaan berpikir dengan memahami, menghayati dan mengamalkan kekuatan RUH yang memberikan energi kepada manusia yang ditiupkan oleh Allah dengan membawa sifat-sifat Allah agar kehidupan manusia sesuai dengan fitrahnya, maka sesungguhnya manusia itu siap untuk mengenal Allah, dengan HATI-nya bukan dengan jiwa. Jadi hatilah yang mengenal Allah dan hati pula yang mendekatkan diri kepada-Nya, hati yang beramal untuk-Nya, hati yang berusaha menuju kepada-Nya dan hati pula yang menyingkapkan tabir penghalang terhadap sesuatu yang ada pada sisi-Nya.

Sedangkan JIWA sebagai anggota-anggota tubuh yang lain hanyalah menjadi pengikut atau pengiring, pelayan dan alat-alat penghidmatan kepadanya, Oleh karena itu HATI mempergunakan anggota-anggota itu seprti raja mempergunakan hamba sahaya dan laksana gembala mempergunakan ternaknya da seperti tukang atau pengrajin mempergunakan perkakasnya.

HATI diterima disisi Allah, apabila ia selamat dan bersih dari selain Allah. Dan ia terdinding dari Allah, apabila ia tenggelam dalam selain Allah. Hatilah yang dituntut, hatilah yang diajak bicara, hatilah yang dimurkai. Dan hati pulalah yang merasakan bahagia ekat dengan Allah.

Maka berutunglah manusia apabila ia dapat membersihkan hatinya. Danhati itu pula mengalahkan dan mencelakakannya apabila ia mengotori dan menodainya. Pada hakikatnya hatilah yang taat kepada Allah, sedang ibadat yang dilakukan oleh anggota-anggota adalah cahayanya. Hati pula yang durhaka dan melawan Allah sedang kejahatan yang dilakukannya yang mengalir ke seluruh anggota adalah merupakan bekas-bekasnya.

Dengan gelap dan terangnya hati, nyatalah kebaikan dan kejahatan lahiriah, karena setiap benjana membayangkan apa yang ada di dalamnya.

Apabila manusia mengenal hatinya, niscaya ia akan mengenal dirinya dan apabila ia mengenal dirinya niscaya ia mengenal Tuhannya. Sebaliknya apabila manusia tidak mengenal hatinya, niscaya ia tidak mengenal dirinya. Dan apabila ia tidak mengenal drinya, niscaya ia tidak mengenal Tuhannya.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka manusia harus mampu memanfaatkan dari kekuatan OTAK (Orang, Tawakal , Amanah, Kerja) batin dengan mengungkit kekuatan berpikir melalui alat berpkir sebagai unsur jiwa yang disebut dengan kekuatan KESADARAN, KECERDASAN dan AKAL dalam proses berpikir dari yang tidak tahu menjadi tahu untuk mencari kebenaran melalui pemaham atas makna ORANG (organ, ruh, akal, nafsu, golongan) TAWAKAL ( taat, aqidah, wahyu, allah, kitab, alqur’an, lailatur qodar) AMANAH ( amal, martabat, akhlak, nasib, azab, hari) KERJA (kebajikan, energi, rasional, janji, adiL ) sebagai unsur pendorong dalam berpikir.

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.