Archive for the ‘Theologis’ Category

MENGUPAS MAKNA KATA CITA-CITA, DENGKI, DUSTA, ENGGAN, EGOIS, KIKIR DALAM MEMBANGUN AKHLAK MELALUI PEMAHAMAN KEBIASAAN YANG PRODUKTIF

October 16, 2008

PENDAHULUAN

Bila kita merenung sejenak untuk memanfaatkan kemampuan kita berpikir dalam menemukan diri menuju ke perjalanan hidup ini, maka kita harus berusaha menemukan tentang diri kita melalui suatu pendekatan yang kita sebut dengan menghayati makna dalam kata sebagai daya dorong untuk membangun diri menuju perjalanan hidup yang abadi.

Dengan membangun kebiasaan yang produktif tersebut, kita menarik satu kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan kita mengenal tentang diri, agar kita mampu dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan ajaran agama yang mendidik manusia yang memliki moral / akhlak.

Oleh karena itu hanya dengan membangun kebiasaan yang produktif, kita mampu mengendalikan pemanfaatan harta, nafsu syahwat dan pangkat duniawi kedalam ruang dan waktu dalam menumbuh kembangkan ke dalam hati agar kita mampu meningkatkan arti kesadaran dalam diri manusia.

Tingkat kesadaran hanya dapat ditingkatkan bila kita menghayati sepenuhnya keinginan ingin tahu yang mendalam makna kata CITA-CITA, DENGKI, DUSTA, ENGGAN, EGOIS, KIKIR, sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt. Sebagai manusia yang beriman. (more…)

MENGUPAS MAKNA KATA BERMAKNA DALAM MEMBANGUN AKHLAK MELALUI PEMAHAMAN KEBIASAAN YANG PRODUKTIF

October 16, 2008

MAKNA KATA BERKATA BENAR, BERZINA, BOROS, BENCI, BUNUH DIRI, BALAS DENDAM (B6)

1. PENDAHULUAN

Bertitik tolak dari pemikiran dengan pendekatan pemahaman makna kata pada A4, maka dibawah ini akan dituangkan makna kata B6 sebagai bagian dari pemikiran bahwa dengan membangun kebiasaan yang produktif, kita mampu mengendalikan pemanfaatan harta, nafsu syahwat dan pangkat duniawi kedalam ruang dan waktu dalam menumbuh kembangkan ke dalam hati agar kita mampu meningkatkan arti kesadaran dalam diri manusia.

Tingkat kesadaran hanya dapat ditingkatkan bila kita menghayati sepenuhnya keinginan ingin tahu yang mendalam makna kata BERKATA BENAR, BERZINA, BOROS, BENCI, BUNUH DIRI dan BALAS DENDAM sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.

Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan ahkerat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita. (more…)

MENGUPAS MAKNA KATA BERMAKNA DALAM MEMBANGUN AKHLAK MELALUI PEMAHAMAN KEBIASAAN YANG PRODUKTIF

September 15, 2008

KATA AMANAH, AMPUNAN, ANIAYA, ANGKUH (A4)

1. PENDAHULUAN

Bila kita merenung sejenak untuk memanfaatkan kemampuan kita berpikir dalam menemukan diri menuju ke perjalanan hidup ini, maka kita harus berusaha menemukan tentang diri kita melalui suatu pendekatan yang kita sebut dengan menghayati makna huruf dalam kata sebagai daya dorong untuk membangun diri menuju perjalanan hidup yang abadi.

Dengan membangun kebiasaan yang produktif tersebut, kita menarik satu kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan kita mengenal tentang diri, agar kita mampu dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan ajaran agama yang mendidik manusia yang memliki moral / akhlak.

Oleh karena itu hanya dengan membangun kebiasaan yang produktif, kita mampu mengendalikan pemanfaatan harta, nafsu syahwat dan pangkat duniawi kedalam ruang dan waktu dalam menumbuh kembangkan ke dalam hati agar kita mampu meningkatkan arti kesadaran dalam diri manusia.

Tingkat kesadaran hanya dapat ditingkatkan bila kita menghayati sepenuhnya keinginan ingin tahu yang mendalam makna kata AMANAH, AMPUNAN, ANIAYA dan ANGKUH sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.

Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan ahkerat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita. (more…)

MENGUPAS MAKNA KATA BERMAKNA DALAM MEMBANGUN AKHLAK MELALUI PEMAHAMAN KEBIASAAN YANG PRODUKTIF

September 15, 2008

MAKNA KATA BERKATA BENAR, BERZINA, BOROS, BENCI, BUNUH DIRI, BALAS DENDAM (B6)

1. PENDAHULUAN

Bertitik tolak dari pemikiran dengan pendekatan pemahaman makna kata pada A4, maka dibawah ini akan dituangkan makna kata B6 sebagai bagian dari pemikiran bahwa dengan membangun kebiasaan yang produktif, kita mampu mengendalikan pemanfaatan harta, nafsu syahwat dan pangkat duniawi kedalam ruang dan waktu dalam menumbuh kembangkan ke dalam hati agar kita mampu meningkatkan arti kesadaran dalam diri manusia.

Tingkat kesadaran hanya dapat ditingkatkan bila kita menghayati sepenuhnya keinginan ingin tahu yang mendalam makna kata BERKATA BENAR, BERZINA, BOROS, BENCI, BUNUH DIRI dan BALAS DENDAM sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.

Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan ahkerat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita. (more…)

AMALAN BATIN DARI SISI MASALAH SALEH

January 13, 2008

Saleh menggambarkan seseorang yang memeliki kepriba-dian yang taat menjalankan ajaran agamanya. Sebagai seo-rang islam yang mengaku beriman mengandung arti bahwa ia menyerahkan diri sebulat hati dalam arti segala perintah dan hukumnya aku taati, perintahnya aku kerjakan, larangan-nya aku hentikan.

Kita tidak dapat mengatakan sebagai seorang yang saleh, kecuali orang lain mengatakannya bahwa anda adalah seo-rang yang saleh menurutnya. Gambaran itu hanya bisa ter-wujud diperlihatkan dari sikap dan perilaku dari setiap per-buatan kita dalam kehidupan ini. Disinilah letak tantangan kehidupan ini dalam menuju keselamatan hidup di dunia dan akherat.

(more…)