MEMBANGUN AKHLAK BAG III HURUF M S/D Z

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

54. MENAHAN DIRI (dari kekejian)  55. MERENDAHKAN DIRI  56. MUSIBAH

57. MARAH   58. MENCELA / MEMAKI   59 MELEBIHI YANG PATUT

60. MABUK   61. MUBADZIR / ROYAL   62. MEMELACURKAN

63. MEMBERI GELAR    64. MENCURI   65. MASA TUA   66. NAFSU SEKSUAL

67. NIAT    68. PERWALIAN (yang diserahi – urusan / pemerintahan)  69. PERTENTANGAN PENDAPAT

70. PERMUSUHAN   71. PENGRUSAKAN    72. PERSAUDARAAN    73. PERINTAH  BERLAKU  ADIL

 74. PEMBUNUHAN   75. PERZINAAN / pelacuran    76. PENDURHAKAA    77. PENDAPAT LEMAH

78. PENGECUT     79. PERBUATAN KEJI    80. REDAH HATI DAN KHUSYU

81. RENDAH BUDI       82. RIJA’     83. RIBA     84. SALEH    85. SALING MEMAAFKAN

86. SABAR      87. SUCI       88. SYUKUR        89. SUMPAH        90. SOMBONG

91. SYAHWAT       92. TOLONG MENOLONG      93. TAMU        94. TIMBANGAN / TAKARAN

95. TAAT      96. TABAH     97. TANGGUNG JAWAB BERSAMA       98. TIPU, CURANG

99. TIDAK TERIMA KASIH     100. TAKABUR     101. UTANG PIUTANG

102. UMPAT       103. ZUHUD (tidak suka pada dunia)

 

KATA PENGANTAR

Pada Bag. I mengungkapkan Kata A-J dan Bag. II mengungkapkan kata K, dengan memanfaatkan pendekatan 7 M (Membaca, menterjemahkam, Meneliti, Mengkaji, Menghayati, Memaghami, Mengamalkan), maka ada kekuatan kebiasaan pikiran untuk terus mengetuk dinding jiwa, sebagai alat untuk menemukan jati diri.

Belajar dari pengalaman diatas, maka pada Bag. III, diungkapkan kata M s/d Z, agar jiwa ini memberikan satu kekuatan agar dapat memberikan cahaya yang berkelanjutan kedalam HATI.

Dengan hati yang selalu disinari cahaya kebesaran Allah Swt, maka disitu terletak kekuatan pikiran yang menuntun menjadi kebiasaan dalam menuntun sikap dan perilaku yang sejalan dengan kekuatan ISLAM dan IMAN kita yakini.

Oleh karena itu, kembangkan secara berkelanjutan usaha-usaha untuk meningkatkan kedewasaan berpikir sepanjang perjalanan hidup kita, maka disitu pula terletak kekuatan-kekuatan yang akan mempengaruhi seberapa jauh kita mampu menemukan jati diri yang berlandaskan kekuatan akhlak.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka dengan kebiasaan  dengan kedewasaan berpikir dalam rohaniah, sosial, emosional dan intelektual akan menjadi dorongan yang kuat untuk kita bisa berubah dalam bersikap dan berperilaku.

Jadi dengan memahami makna kata M s/d Z membrikan daya dorong yang kuat sebagai benih-benih pikiran untuk menuntun kepribadian kita yang berlandaskan akhlak.

 

 

Advertisement

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.