49. KELALIMAN
Kita menyadari sepenuhnya bahwa ajaran islam tidak mau tumbuh di atas jiwa yang dibungkus oleh kebendaan dan kemusyyrikan, tetapi mengapa manusia mengakui sebagai muslimin, tidak dapat melepaskan diri dalam perbuatan apa yang disebut „Kelaliman“
Persoalannya ketidakmampuan manusia yang tidak ada usaha-usaha memperbaiki diri disebabkan daya kemauan yang kuat tidak ada dalam dirinya, oleh karena itu, maka menjadi kebiasaan dalam hidupnya untuk terus tumbuh mengenai apakah sudah dipikirkan yang anda kerjakan. Tiap sesuatu yang kita kerjakan hendaklah apa yang sudah kita yakinkan betul sejalan dengan apa yang telah kita pelajari sebagai tuntunan hidup. Seharusnya kita mampu berpikir bahwa segala yang di alam ini ada faedahnya hanya satu yang tidak ada guna ialah „Sesal kemudian“
Bila kita baca dan direnungkan baik-baik semua apa-apa yang menjadi tuntunan telah diungkap dalam surat dan ayat yang menjelaskan makna kata „zalim“ yang tidak disenangi, sehingga begitu banyak ungkapan tersebut dalam Al Qur’an untuk mengingatkan manusia sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah Swt, dengan tuntunan itu manusia diharapkan mampu untuk dapat mengungkit daya kemauan yang kuat dalam usaha- usaha memperbaiki diri yang sejalan dengan tuntunan yang diberikan-Nya
Oleh karena itu, cobalah bangkitkan pikiran kedalam suatu kebiasaan dalam ingatan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :
QS. 2 : 35“ Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. ,51,124,140,150,193,231
QS. 3 : 128“ Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.
QS. 4 : 75“ Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo`a: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.
QS. 6 : 33“ Sesungguhnya, Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. , 52,82,144,1
QS. 7 : 19“ (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”. ,47,148,150,165
QS. 8 : 54“ (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.
QS. 10 : 54“ Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. ,85
QS. 11 : 31“ Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): “Aku mempunyai gudang-gudang rezki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan: “Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat”, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: “Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka”. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zalim. ,37,83,117
QS. 12 : 75“ Mereka menjawab: “Balasannya, ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya) Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim.” ,79
QS. 14 : 34“ Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni`mat Allah). ,42,44
QS. 16 : 28“ (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatanpun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. ,61,85
QS. 17 : 33“ Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”. Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk. ,47,82
QS. 18 : 15“ Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala, ,35,50,57
QS. 19 : 38“ Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
QS. 21 : 3“ (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?
QS. 23 : 27“ Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tannur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. ,28,94,107
QS. 24 : 50“ Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.
QS. 25 : 4“ Dan orang-orang kafir berkata: “Al Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain”; maka sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. ,21
QS. 26 : 10“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): “Datangilah kaum yang zalim itu, ,209,227
QS. 27 : 14“ Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. ,44,52
QS. 28 : 21“ Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdo`a: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.
QS. 29 : 46“ Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.
QS. 32 : 22“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. ,24
QS. 39 : 47“ Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan.
QS. 40 : 31“ (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, `Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.
QS. 42 : 39“ Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
QS. 45 : 19“ Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.
QS. 51 : 59“ Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bahagian (siksa) seperti bahagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.
QS. 52 : 47“ Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
QS. 53 : 52“ Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,
QS. 66 : 11“ Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”,
QS.68 : 29“ Mereka mengucapkan: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.
QS.71 : 24“ Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.
Banyak diantara kita, sering membaca apa-apa yang diungkapkan diatas, tapi pengalaman juga menunjukkan tidak mempengaruhi daya kemauan manusia untuk berubah. Apa yang dipikirkannya adalah terkait dengan dunia semata.
Oleh karena itu mereka tidak bisa membayangkan bahwa alam ini dapat dipersempit dan dapat juga diperlapang. Barang sesuatu dibawa baik dia akan menjadi baik dan kalau dibawa buruk dia akan menjadi buruk, tergantung pada pikiran kita.
Sejalan dengan pikiran diatas, walaupun mereka secara sadar dapat memahami bahwa Orang zalim berada dalam kesesatan seperti yang tertuang dalam surat dan ayat dibawah ini :
QS. 31 : 11“ Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
Tidak dapat kita bayangkan bahwa jalan pikiran mereka, walaupun telah ditunjukkan dimana Orang zalim itu berbuat keburukan terhadap dirinya seperti telah diingatkan dalam surat dan ayat dibawah ini :
QS. 7 : 177“ Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.
QS. 10 : 23“ Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah keni`matan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
, 44 „Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.
QS. 30 : 9“ Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri
QS. 39 : 51“ Maka mereka ditimpa akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.
Dengan merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, tidaklah menjadi petunjuk baginya dalam usaha untuk mengingatkan diri bahwa Orang zalim diazab dengan suara keras yang menguntur seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :
QS. 11 : 67“ Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya., 94“ Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu`aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
QS 23 : 41“ Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.
QS. 36 : 29“ Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.
Jadi dengan ketidakmampuan manusia dalam usaha untuk berbuat sesuai dengan tuntunan dalam Al Qur’an, maka mereka sebagai Orang kafir termasuk golongan zalim, seperti diingatkan dalam :
QS. 2 : 254“ Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.
Apapun yang ditunjukkan kepada mereka agar menuju ke jalan benar, namun merubah kebiasaan pikiran itu kedalam pikiran menemukan jatidiri, walaupun sudah diingat bahwa Orang zalim kekal di neraka dan atau dengan kata lain Orang zalim pelindungnya syeitan, telah ditunjukkan dalam surat dan ayat dibawah ini :
QS. 2 : 257“ Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Belajar dari apa-apa yang kita ungkapkan diatas, akan memberikan gambaran dalam perjalanan bahwa Orang zalim mementingkan kenikmatan, sehingga mereka lupa untuk mengingatkan diri seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :
QS.11 : 116“ Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
Bertolak dari ungkapan diatas, sudah semestinya bahwa manusia itu harus memikirkan dalam hidup ini perlu untuk mengungkit daya ingat mengenai Orang zalim tidak akan beruntung dalam menjalani hidup ini karena mereka tidak dapat belajar dari tuntunan seperti yang termuat dalam surat dan ayat dibawah ini :
QS. 6 : 135“ Katakanlah: “Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya, orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapat keberuntungan.
QS. 10 : 17“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.
QS. 12 : 23” Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah kesini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
QS. 20 : 111” Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.
QS. 28 : 37” Musa menjawab: “Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim“.
Apakah anda ada memikirkan setiap hari bagaimana anda dapat menyenangkan orang lain, kalau tidak ada usaha berarti anda menjadi Orang zalim tidak mempunyai penolong, oleh karena itu bayangkan makna surat dan ayat dibawah ini :
QS. 2 : 270” Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.
QS.3 : 192” Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
QS. 5 : 72“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
QS. 22 : 71” Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu, dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun.
QS. 30 : 29” Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.
QS. 40 : 18“ Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat, yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa`at yang diterima syafa`atnya.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan mengenai perihal diatas, maka renungkan pula Orang yang makan harta anak yatim secara zalim akan masuk neraka, seperti apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini
QS. 4 : 10“ Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
Oleh karena bayangkan pula dalam kebiasaan pikiran anda bahwa Pada hari kiamat taubat orang zalim tidak berguna artinya janganlah menunda apa yang terpikir dalam perjalanan hidup ini, agar kita tidak hidup dalam penyesalan, jadi renungkan makna surat dan ayat dibawah ini :
QS. 30 : 57“ Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.
QS. 40 : 52“ (yaitu) hari yang tiada berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la`nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.
KESIMPULAN
Pada bagian terdahulu telah kita ungkapkan makna „Zalim“ yang sejalan apa-apa yang tertuang dalam Al Qur’an sebagai penuntun dan dampak Perbuatan zalim yang dilakukan manusia seperti yang terungkap dalam :
QS. 2 : 59“ Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik. ,145,165,229,231
QS. 3 : 94“ Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.
QS. 5 : 45“ Dan kmi telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.
QS. 7 : 162“ Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.
QS. 9 : 23“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
QS. 10 : 106“ Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa`at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”.
QS. 29 : 49“ Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.
QS. 31 : 13“ Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”
QS. 49 : 11“ Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
QS. 65 : 1“ Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru.
Bertolak dari pemikiran yang kita ungkapkan diatas dan belajar serta merenungkan ungkapan diatas, maka dalam mengungkit daya kemauan yang kuat menjadi kekuatan kebiasaan pikiran bahwa kita harus usahakan karena tidak sesuatu yang berguna dari pada benar, tidak ada kejahatan yang lebih buruk dari pada zalim, tidak ada ibadat yang lebih utama dari pada diam dan tidak ada kejelekan yang lebih buruk dari pada perbuatan zalim.
Dengan mengingat apa-apa yang kita utarakan diatas, maka renungkan kembali bahwa Allah mempunyai ampunan yang luas sekalipun terhadap orang seperti yang tertuang dalam :
QS. 13 : 6“ Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan. padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksa-Nya.
Jadi ingatlah bahwa Allah mengampuni orang zalim yang bertaubat seperti yang terungkap dalam :
QS. 27 : 11“ tetapi orang yang berlaku zalim, kemudian ditukarnya kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Oleh karena itu, apabila manusia itu tidak memerdekakan jiwanya dari harta benda maka pastilah harta yang dimilikinya itu akan menguasainya, maka anda akan menjadi zalim dimana Allah mengetahui orang zalim seperti yang tercantum dalam :
QS. 2 : 246“ Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah”. Nabi mereka menjawab: “Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?” Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
QS. 6 : 58“ Katakanlah: “Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
QS. 9 : 47“ Katakanlah: “Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
QS. 62 : 7“ Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.
Jadi bila kita merenung dan memikirkan apa-apa yang teruang dalam surat dan ayat diatas, berarti anda memahami bahwa Allah menyiksa orang zalim seperti yang tertuang dalam :
QS. 2 : 59“ Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik.
QS. 6 : 45“ Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. ,47“ Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong- konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zalim?
QS. 7 : 162“ Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka., 165“ Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
QS.10 : 13” Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. ,
52“ Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu: “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.
QS.11 : 44“ Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.” ,102“ Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
QS. 14 : 13” Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu,
,22“ Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
QS. 16 : 113“ Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
QS. 18 : 59“ Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.
QS. 21 : 11“ Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).
QS. 22 : 45“ Berapa banyak kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi,
48“ Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).
QS. 25 : 19“ Maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar. ,
37“ Maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.
QS. 27 : 85“ Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa).
QS. 28 : 40“ Maka Kami hukumlah Fir`aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.
,59“ Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.
QS. 29 : 14“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
,31“ Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim”.
QS. 34 : 42“ Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu”.
QS. 43 : 65“ Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka; lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat).
QS. 76 : 31“ Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.
Jadi dengan memahami tuntunan seperti yang termuat dalam surat dan ayat diatas yang begitu banyak untuk mengingatkan manusia, maka secara tegas pula Allah menyesatkan orang zalim seperti yang termuat dalam
QS. 14 : 27” Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.
Sejalan dengan Allah tidak menunjuki orang zalim seperti yang tercantum dalam :
QS. 3 : 86” Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.
QS. 4 : 168” Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,
QS. 5 : 51” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
QS. 46 : 10” Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.
QS. 9 : 19” Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim.
109” Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
QS. 61 : 7” Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
QS. 62 : 5” Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Dengan mendalami apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, masih saja ada orang yang mengejar kelezatan jasmani saja, meninggalkan kenikmatan rohani memperkenyang tubuh tidak mengindahkan rohani, maka mata hatinya akan tertutup, disitulah ketidakmampuan manusia melihat bahwa Allah tidak menyukai orang zalim seperti yang terungkap dalam
QS. 3 : 57” Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. ,
140” Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,
QS.30 : 29” Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.
Oleh karena itu bangkitkan daya ingat untuk merenungkan kembali mengenai Dilarang berkawan dengan orang zalim seperti yang termuat dalam :
QS. 6 : 68” Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).
QS. 11 : 113“ Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.
QS. 60 : 9” Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Jadi tidak heran kita kepada Keingkaran orang zalim tentang diutusnya rasul seperti yang termuat dalam :
QS. 25 : 8“ atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya, yang dia dapat makan dari (hasil) nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.”
Manusia baru sadar apa-apa yang terjadi dari sikap dan perilakunya yang tidak tetuntun dari ketidakmampuan dalam memahami Keluhan orang zalim bila mendapat siksa sepert yang terungkap dalam :
QS.7 : 5“ Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.
QS. 21 : 97“ Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”.
QS. 25 : 27“ Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.”
QS. 35 : 37“ Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
Bayangkan dalam pikiran anda bahwa akal itu menteri yang menasehati, hati itu ialah raja yang menentukan, harta itu satu tamu yang akan berangkat, kesenangan itu satu masa yang akan ditinggalkan, maka ingatlah kepada Kutukan Allah kepada orang zalim seperti yang tertuang dalam :
QS. 7 : 44“ Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul”. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,
QS. 11 : 18“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.
Sejalan dengan pikiran diatas cobalah renungkan ungkapan bahwa Malaikat memukul orang zalim waktu sakaratul maut seperti yang termuat dalam :
QS. 6 : 9“ Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan dia berupa laki-Iaki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.
QS. 8 : 50“ Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).
Bayangkan dalam pikiran anda bahwa Neraka tempat kembali orang zalim seperti yang termuat dalam :
QS. 3 : 151“ Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.
QS. 5 : 29“ “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”
72“ Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.
QS. 7 : 41“ Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
QS. 19 : 72“ Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.
QS. 29 : 68“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?
QS. 39 : 32“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?
QS. 59 : 17“ Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.
QS. 51 : 59“ Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bahagian (siksa) seperti bahagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.
Jadi bila kita renungkan dan mempelajari apa-apa yang tertuang dalam surat-surat dan ayat-ayat yang terungkap
diatas sebagai tuntunan dalam hidup ini, maka dengan kekuatan pikiran, apakah manusia mampu belajar dari makna ungkapan seperti „Ada orang yang ingin berumur panjang tetapi tidak suka disebut tua. Dalam hidup bukan umur panjang yang penting, tetapi hidup yang memberi manfaat.
Hidup yang sudah pendek itu akan membikin lebih pendek, jika kita mensia- waktu. Orang yang membuang-buang waktu adalah orang yang mnsia-siakan hidup.
Belajar dari ungkapan diatas, mampukah dengan pikiran yang kuat untuk menggugah apa yang disebut dengan ada orang berebut benda keduniaan tetapi tidak mampu mengindahkan kekosongan bathin. Ingatlah pikiran tersebut sebagai satu dorongan untuk tidak berbuat zalim.
50. KEHIDUPAN DUNIA TIPUAN BELAKA
Manusia dalam kehidupan dunia akan selalu kita jumpai susah dan senang yang silih berganti, karena dalam pikiran mereka terletak salah satu kesalahan manusia adalah membebani masa sekarang dengan beban-beban masa depan yang panjang, itulah satu tanda bahwa mereka tidak dapat memahami „kehidupan dunia tipuan belaka“ seperti yang terungkapa dalam :
QS. 6 : 32“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
Oleh karena itu, pikirkan dan renungkan baik-baik bahwa kemewahan telah dijadikan dasar dari penghidupan yang akan anda jalani, maka disitu telah tersurat kejatuhan anda sendiri sejalan dengan hidup anda yang dibentuk oleh pikiran anda sendiri.
Jadi janganlah tertipu dalam kesenangan dan gelisah sewaktu kesusahan, itu berati sesungguhnya membebani pikiran dengan kesulitan yang belum tiba waktunya itu adalah suatu kebodohan yang nyata. Oleh karena itu bangkitkan ingatan anda sehingga anda dapat beripikir kedalam daya kemauan untuk melihat diri. Sejalan dengan pikiran tersebut belajarlah dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam :
QS. 29 : 64“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.
QS. 35 : 5“ Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
QS. 47 : 36“ Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.
QS. 57 : 20“ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
KESIMPULAN
Bila sejenak kita dapat membayangkan atas tuntunan yang terungkap dalam surat dan ayat, maka bukalah mata hati anda untuk memikirkan makna kehidupan dunia dan akherat sebagai satu kekuatan dalam memandang suatu „kehidupan dunia tipuan belaka“
Dengan begitu, cobalah gerakkan kekuatan pikiran anda kedalam daya kemauan untuk mendalami yang terkait bahwa dalam penghidupan anda akan diuji dengan lima cobaan, apa yang kita sebut 1) dengan kecemasan ; 2) dengan kelaparan ; 3) kekuragan harta benda yang tidak pernah cukup ; 4) kebinasaan diri ; 5) kerusakan tanaman dalam jiwa.
51. KEHIDUPAN
Dalam perjalanan kehidupan ini, sudah seharusnya ada satu kekuatan yang menggerakkan pikiran kita seperti kita membayangkan apa yang terpikirkan dalam „damai yang ada di hati manusia akan menimbulkan damai di muka bumi, kejahatan yang ada di hati mengakibatkan kacaunya masyarakat. Hati yang beriman akan mampu menimbulkan perasaan dan akhlak yang tinggi. Kayuhlah biduk anda tetapi jangan halangi biduk orang yang lain“
Akan kita dorong daya kemauan kita untuk memikirkan sesuatu kedalam melepaskan diri dalam kehidupan yang telah diperingatkan oleh Allah Swt. seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini
QS. 2 : 28“ Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
QS. 2 : 86“ Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.
QS. 2 : 200“ Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
-202“ Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
QS. 2 : 212“ Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
QS. 2 : 214“ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
Jadi bila kita memiliki daya kemauan untuk memulai hidup baru, maka dimana ada kemauan, disana ada jalan. Dimana ada kesulitan disamping itu ada kelapangan.
Dengan demikian apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, maka setelah anda membaca dan ada usaha untuk mendalami atas tuntunan yang tersurat dalam Al Qur’an itu, menjadi daya dorong agar kita mampu menjalani kehidupan ini sesuai dengan perintah Allah Swt.
Dengan mendalami makna kekuatan dari tuntunan diatas, kita dapat membayang dalam pikiran kita bahwa dari kesusahan itu akan diperdapat kesenangan. Sebab durian berduri lantaran enak isinya, kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya, bunga ros berduri lantaran harumnya oleh karena itu, bangkitkan kebiasaa dalam berpikir yang produktif dengan mengingat-ingat apa-apa yang tertuang dalam surat dibawah ini :
QS. 6 : 32“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
QS. 9 : 69“ (keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin adalah) seperti keadaan orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah meni`mati bagian mereka, dan kamu telah meni`mati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu meni`mati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi
-70“ Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, `Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
QS. 10 : 24“ Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir.
QS. 11 : 15“ Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.-
-16“ Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?
Sejalan dengan kemampuan kita dapat memahami apa-apa yang terungkap dalam surat2 diatas, maka dalam usaha meningkatkan kekuatan pikiran, coba pikirkan pula ungkapan seperti dalam masyarakat tampaknya segenggam uang lebih kuat dari dua genggam kebenaran karena bila uang bersuara kebenaran diam, maka disitulah letak mengapa kita berpikir, untuk mencari tahu dari yang tidak tahu.
Jadi dengan memperhatikan ungkapan dalam pikiran diatas, cobalah pula anda membaca untuk direnungkan apa-apa yang terungkap dalam :
QS. 13 : 26“ Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
QS. 14 :3“ (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
QS. 16 : 22“ Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.
-23“ Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.
QS. 17 : 10“ dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.
QS. 17 : 18“ Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
QS. 18 : 7” Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
-8” Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.
QS. 18 : 45” Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh- tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dengan belajar kita menggerakkan kemampuan berpikir maka dengan dorong ingin tahu, kita membaca hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, bila kita renungkan maka sadarilah bahwa kita adalah makhluk pilihan dan kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana kita akan bereaksi terhadap suatu keadaan.
Sejalan dengan pikiran diatas, ingatlah sikap positif menghaslkan persepsi positif dan mengubah situasi menjadi lebih baik, oleh karena itu tingkatkan pikiran anda kedalam berpikir dan belajarkan hal-hal yang terungkap dalam :
QS. 20 : 131” Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.
QS. 22 : 66” Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari ni`mat.
QS. 27 : 66” Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya.
QS. 28 : 60” Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah keni`matan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?
QS. 29 : 20” Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. 29 : 64” Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.
QS. 30 : 6” (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
-9” Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.
QS. 31 : 33” Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.
Jadi manfaatkan kebiasaan dalam kekuatan berpikir, maka disitu terletak makna kehidupan yang kita jalani dan secara tidak sadar kita mampu menggerakkan berpkir dengan kekuatan intuisi yang mampu membayangkan sesuatu seperti dengan tidak terasa kita diserang umur tua karena jam, hari, bulan dan tahun liwat sebagai bayangan. Semakin bertambah hari bulan bukanlah umur bertambah panjang, tetapi umur semakin pendek dan semakin dekat dengan pintu kubur.
KESIMPULAN
Ingatlah bahwa masa yang anda miliki adalah hari ini dan hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu tidak ada yang lebih penting daripada kepercayaan diri dan citra diri yang tegas, oleh karena itu manfaatkan kebiasaan berpikir yang disadari dan tidak disadari.
Oleh karena itu tingkatkan kemampuaedewasaan berpikir sebagai suatu kebutuhan, maka jangan lupa pula untuk mengingat apa yang terungkap dalam :
QS. 42 : 20” Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.
QS. 42 : 36” Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah keni`matan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.
QS. 43 : 33 “Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.
-35” Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
QS. 44 : 56” mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka,
Dengan membaca dan merenung apa-apa yang tertuang dalam surat dan ayat diatas, maka kehidupan ini perlu ada usaha-usaha untuk meningkatkan kedewasaan berpikir sebagai jalan untuk menuntun sikap dan perilaku untuk mendorong manusia hdup itu pasti ada masalah, sehingga kita berpikir.
Oleh karena itu, baca dan renungkan agar tumbuh satu kekuatan perasaan bersyukur atas tuntunan agar kita mampu memanfaatkan kebiasaan berpikir yang sejalan dngan apa-apa yang diajarkan dalam surat dan ayat dibawah ini :
QS. 45 : 26” Katakanlah: “Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
QS. 45 : 35” Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.
QS. 46 : 20” Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”
QS. 53 : 29” Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.
-30” Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
Jadi dalam usaha meningkatkan kedewasaan berpikir, apa-apa yang kita baca dan kita renungkan dari setiap surat dan ayat diatas, akan mampu mendorong daya kemauan yang kuat dalam membayangkan kekuatan impian ingin tahu dari yang tidak tahu, maka terbukalah satu pikiran bahwa bukan penyesalan yang memerintah anda, oleh karena itu renungkan pula apa-apa yang terungkap dalam :
QS. 57 : 20” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
QS. 84 : 19” sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
QS. 87 : 16 “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. -17“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal -18“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,-19” (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
Dengan mengungkit kekuatan ingatan melalui usaha untuk meningkatkan kedewasaan berpikir rohaniah, sosial, emosional dan intelektual, berarti ada satu usaha untuk memikirkan bahwa orang yang tidak pernah mengubah pikirannya berati tidak mampu menjadi orang yang sempurna yang sejalan dari tuntunan yang telah dibacanya, oleh karena
itu rubahlah pikiranmu dalam kedelapan yang menyebabkan muka dan jiwa bercahaya seperti yang terungkap dalam 1) kesehatan terjaga ; 2) kegembiraan ; 3) sinar pengetahuan ; 4) kesucian bathin ; 5) kekuatan keimanan ; 6) tidak banyak dosa ; 7) hidup optimis ; 8) berani dan sabar.
52. KEMULIAAN
Untuk membayangkan menjadi orang besar, bukanlah suatu yang salah untuk dipikirkan, namun sesungguhnya hanyalah orang biasa yang semata-mata membuat keputusan yang lebih besar dan menetapkan tujuan yang mulia.
Sejalan dengan pikiran diatas maka manusia perlu untuk meningkatkan pemahaman kata dalam perjalanan hidup ini bahwa Mulia seperti yang diungkapkan dalam :
QS. 2 : 212” Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
QS. 3 : 26” Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. 4 : 31” Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
Begitu banyak dalam Al Qur’an yang mengungkapkan makna „mulia“, yang dapat anda temukan lebih lanjut dalam :
QS. 8 : 4,74 ; 12 : 31 ; 17 : 23 ; 22 : 50 ; 23 : 116
QS. 24 : 26,58 ; 27 : 34 ; 33 : 31,44 ; 34 : 4 ; 36 : 11
QS. 41 : 41 ; 43 : 44,81 ; 49 : 13 ; 50 : 1
QS. 56 : 7,8,77 ; 80 : 16
Untuk memahami yang lebih mendalami maka dapat anda simak atas surat dan ayat diatas, cobalah untuk dibaca dan dipelajari dengan harapan bahwa keputusan hari ini mengenai hal diatas adalah kenyataan hari esok dalam pikiran anda.
KESIMPULAN
Dapatkah anda membayangkan bahwa rasa takut adalah pembicaraan pikiran yang menghalangi anda dalam mendengarkan intuisi anda, oleh karena itu jangan anda tinggalkan untuk memikirkan kemungkinan apa yang terungkap dalam pikiran bahwa Dimuliakan dapat menjadi penggerak dalam menemukan jati diri sebagai kekuatan dalam berikap dan berperilaku seperti yang terungkap dalam
QS. 21 :26” Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan,
QS. 24 : 36” Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,
QS. 36 : 27” apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”.
QS. 37 : 42” yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan.
Jadi dengan mendalami makna surat dan ayat diatas, maka memikirkan kemungkinan untuk selalu berusaha dalam perjalanan hidup ini untuk mengingat apa yang terpikirkan seperti apa yang anda sabarkan, anda akan kutip hasilnya karena kesabaran menolong segala pekerjaan. Dalam kesusahan itu dan kesulitan itu tersembunyi nasehat-nasehat kebijaksanaan kedalam satu yang berharga.
Oleh karena itu, bangunlah sifat Kemulian sebagai satu kekuatan benih jiwa, dan ingatlah tuntunan seperti yang termuat dalam :
QS. 21 : 10” Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?
QS. 23 : 71” Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu
QS. 35 : 10” Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.
Jadi dengan merenung apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, maka bayangkan pula dalam suatu ingatan agar mampu mewujudkan dalam daya kemauan untuk mengamalkan, apa yang kita sebut Memuliakan sebagai sesuatu dorongan dalam membangun jati diri yang bertolak dari pemahaman ungkapan dalam :
QS. 7 : 157” (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS. 17 : 62” Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.
,70” Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
QS. 22 : 18” Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
Jadi apa-apa yang kita pelajari dan direnungkan kembali mengenai yang terungkap diatas dapat menjadi penuntun kedalam sikap dan perilaku yang terpuji.
Oleh karena itu, ingatlah bahwa apa yang bukan kepunyaan kita lebih menarik mata dari kepunyaan kita sendiri. Menariknya sesuatu itu hanya menjelang dapat. Nafsu tidak mau penuh diberikan bumi, dia merasa selalu belum cukup, sehingga kuatkan dalam pikiran bahwa untuk memikirkan alat pertimbangan seperti 1) akal mengalahkan nafsu ; 2) iman mempertimbangkan perbuatan ; 3) kebenaran menumbangkan kekuasaan.
Jadi dengan mengingat alat petimbangan tersebut diatas, cobalah untuk mengingat kembali dan merenungkan untuk mewujudkan apa yang disebut dengan kekuatan dari Sifat hamba yang mendapat kemulian seperti yang terungkap dalam :
QS. 25 : 63” Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.
- 75” Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,
QS. 35 : 10 “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur.
Dengan belajar dan merenungkan apa-apa yang dituntun oleh surat-surat dan ayat-ayat yang terungkap dari kata Mulia, Dimuliakan, Memuliakan, Kemuliaan agar menjadi satu kekuatan dalam perjalanan hidup ini.
53. KEKAYAAN
Menjalani hidup ini, dibutuhkan satu daya kemauan yang kuat untuk melihat segala sesuatu secara jernih dan dapat berpikir lebih dalam agar manusia mampu memanfaatkan sumber energi bagi penghidupan rohani.
Sejalan dengan pikiran diatas, cobalah renungkan pula makna “Kekayaan” dalam pandangan hidup anda dengan hal-hal yang terungkap dalam :
QS. 2 : 247” Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
,269” Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
QS. 18: 34” dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mu’min) ketika ia bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”.
,42” Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu
roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”.
Bertolak dari ungkapan yang tertuang dalam surat dan ayat diatas mampukah setelah membaca, mengkaji, meneliti, menterjemahkan kedalam renungan menjadi daya dorong yang kuat agar kita mampu mengungkit daya ingat melihat hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, maka sebagai tuntunan, renungkan pula apa-apa yang terungkap dalam :
QS.19 : 77” Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan: “Pasti aku akan diberi harta dan anak”.
QS. 28 : 76” Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.
QS. 53 : 48” dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.
QS. 93 : 8” Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
QS. 2 : 200” Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdo`a: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
-202” Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
Jadi dengan mendalami makna tuntunan yang terungkap diatas, maka renungkan pula bahwa kekayaan yang paling terjamin dan paling baik ialah rasa puas dengan apa yang kita miliki, sejalan dengan pikiran tersebut, maka perdalamlah tuntunan yang diungkap dalam :
QS. 3 : 10” Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,
QS. 8 : 28” Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
QS. 8 : 36” Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,
QS. 16 : 71” Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari ni`mat Allah?
QS. 18 : 46” Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
Sejalan dengan kemampuan kita memikirkan hal-hal yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, maka ada dorongan untuk mewujudkan daya kamauan yang kuat yang sejalan dengan tununan diatas untuk berusaha mengungkapkan bahwa yang anda pikirkan adalah kekayaan yang sebenarnya ialah mensyukuri yang telah kita miliki, Oleh karena itu, tingkatkan daya kemauan untuk mendalami dan memikirkan lebih tenang kedalam nafas ruhani untuk meresakan kedamaian dengan ruhani yang hidup yang sejalan dengan tuntunan dalam :
QS. 28 : 76” Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.
- 82” Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (ni`mat Allah)”.
QS. 34 : 34” Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya“.
-37” Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang
memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).
QS. 57 : 20” Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
QS. 74 : 6” dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
QS. 89 : 20” dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
QS. 92 : 14” Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.
-21” Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.
QS. 102 : 1” Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
-8” kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
QS. 104 : 1” Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
-4” sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
Bertolak dari kekuatan kita merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat ditas, maka kebiasaan pikiran harus mampu melihat lebih jauh yang mampu untuk mengingatkan sesuatu sepeti kita membayangkan tiap-tiap bertambah keperluan manusia semakin kurang kesenangannya. Orang yang dipengaruhi nafsu tidak merasa puas walaupun dunia ini telah dimilikinya.
KESIMPULAN
Dengan landasan pikiran-piran yang kita utarakan diatas yang terkait dengan pemahamn kita mengenai kata „Kekayaan“ serta tuntunan yang diajarkan dalam Al Qur’an dengan mengungkapkan surat-surat dan ayat-ayat yang berkaitan dengan „Kekayaan“, maka kita dapat membayangkan bahwa paling kayalah anda yang puas dengan barang sedikit karena rasa puas adalah kekayaan alam.
Sejalan dengan pikiran diatas, bayangkan dalam pikiran anda bahwa Kaya atau miskin sebagai ujian, jadi hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu belajarlah dari apa-apa yang terungkap dalam:
QS. 89 : 15“ Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.
-17“ Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,
Jadi belajar apa yang kita ungkapkan diatas, maka Orang kaya diuji dengan orang miskin seperti yang terungkap dalam :
QS. 6 : 48“ Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Seandainya anda dapat membayangkan bahwa Allah-lah yang memberi kekayaan, seperti yang terungkap :
QS. 53 : 48“ dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.
Bertolak dari surat-surat dan ayat-ayat dalam Al Qur’an yang telah kita ungkapkan diatas, maka dalam usaha menghaluskan jalan menuju Allah Swt., maka ingatlah makna Allah mahakaya seperti yang terungkap dalam :
QS. 2 : 263“ Perkataan yang baik dan pemberian ma`af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. ,
267“ Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
QS. 3 : 97“ Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
QS. 4 : 131“ Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahka kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
QS. 6 : 133“ Dan Tuhanmu Maha Kaya, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.
QS 10 : 86“ dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.”
QS. 22 : 64“ Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
QS. 27 : 40“ Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni`mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.
QS. 29 : 6“ Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
QS. 31 : 26“ Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
QS. 35 : 15“ Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
QS. 47 : 38“ Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).
QS. 57 : 24“ (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
QS.60 : 6“ Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi terpuji.
QS. 64 : 6“ Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan lalu mereka berkata: “Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?” lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Jadi usaha merasakan kedamaian dengan ruhani yang hidup berarti ada keinginan memberikan kekuatan daya ingat seperti kita heran manusia saban hari menyisir rambutnya tetapi tidak ada menyisir otaknya. Oleh karena itu, hindari menjadi tawanan setan dan tegakkan kekuatan untuk
Tags: MEMBANGUN AKHLAK (K)