MEMBANGUN AKHLAK HURUF (K)

 

48. KEBOHONGAN

Satu hal yang kita lihat dalam perjalanan hidup ini bahwa manusia hidup dalam topeng kepalsuan, tak pernah manusia lebih banyak untuk mengungkit daya kemauan yang kuat dalam usaha untuk “berkenalan kepada Allah di waktu senang, niscacaya Allah akan kenal kepada anda di waktu susah. Orang yang mendekati Allah sehasta, Allah mendekati sedepa. Orang yang menuju Allah berjalan Allah menujunya berlari.

Oleh karena itu, hidup dalam topeng kepalsuan berati manusia penuh dengan “Kebohongan”, tidak mungkin terpikirkan apa yang kita kemukakan diatas.

Sejalan dengan pikiran diatas, coba baca dan renungkan apa-apa yan diungkapkan dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai kekuatan pengetuk dinding jiwa sbb. :

QS. 4 : 112“ Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

QS. 24 : 4“ Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.

- 5“ kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 24 : 18“ dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 -20“ Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).

QS. 24 : 23“ Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la`nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,

-25“ Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allahlah Yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).

Dengan memperhatikan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diatas, serta ungkapan yang terkait dengan usaha merangkul Allah Swt, berarti anda mampu mengamalkan dalam menemukan diri.

Untuk meningkatkan usaha-usaha dalam menemukan diri maka dalam pikirkan ungkapan seperti „ barang siapa mengajak kepada kebaikan, tuntunlah dirimu untuk mendalami hal-hal yang terkait dengan makna Dusta seperti yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini:

QS. 3 : 11“ (keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir`aun dan orang-orang yang sebelumnya; mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.  ,19,21,22,23,24,61,75,78,94,137,184

QS. 4 : 28“ Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.  ,50,77,156,

QS. 5 : 10“  Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.,70,86,103

QS. 6 : 4“ Dan tak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya (mendustakannya). 5,11,21,24, 27,31,33,34,39,49,57,66,93,116,144,

QS. 7 : 37“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: “Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?” Orang-orang musyrik itu menjawab: “Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

QS. 9 : 42“ Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

QS. 11: 18“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.

QS. 12 : 26“ Yusuf berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)”, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: “Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.

QS. 14 : 3“ (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

QS. 16 : 116“ Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.

QS.18 : 5“ Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

QS. 22 : 30“ Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.

QS 24 : 16“ Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar.”

QS.25 : 3“ Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfa`atanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

QS. 29 : 3“ Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.  ,17

QS. 38 : 7“ Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (meng-esakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

QS. 42 : 24“ Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah”. Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu; dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al Qur’an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

QS. 43 : 25“ Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.

QS. 45 : 7“ Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa,

QS. 46 : 11“ Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya dia (Al Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama”.

QS. 53 : 11“ Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

QS. 54 : 9” Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman”.,18,25,33

QS.58 : 2“ Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pema`af lagi Maha Pengampun.

Jadi begitu banyak untuk mengingatkan diri dari kata „Dusta“ seperti yang terungkap dalam AlQur’an, begitu untuk mempertegaskan kata dusta menjadi „Berdusta” menjadi kebiasaan dalam bersikap dan berperilaku, oleh karena itu untuk mengingatkan dalam pikiran, maka coba renungkan ungkapan seperti “bila manusia tidak dapat menguasai hawa nafsunya, akhirnya nafsu itu akan merendahkan dirinya walau mulanya dia seorang yang terhormat”

Dengan demikian cobalah untuk merenung dan berusaha mendalami kata berdusta tersebut seperti apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 10“ Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.,79

QS. 6 : 138“ Dan mereka mengatakan: “Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki” menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.

QS. 7 : 66“ Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta”.

QS. 9 : 43“  Semoga Allah mema`afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?, 77

QS. 10 : 17“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.  ,66

QS. 11 : 18“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.  ,65,93

QS. 12 : 110“ Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tid]ak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.

QS. 16 : 39“ agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berdusta.

QS. 17 : 59“ Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mu`jizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.

QS. 20 : 61“ Berkata Musa kepada mereka: “Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa”. Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.

QS. 24 : 7“ Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.

QS. 26 : 86“ dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,

QS. 29 : 68“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?

QS. 34 : 8“ Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?” (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.,43

QS. 38 : 4“ Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”.

KESIMPULAN

Bertolak dari kemampuan untuk meningkatkan kekuatan daya ingat dengan belajar dan merenungkan apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 tersebut diatas, mengenai „Berbohong, Dusta, Berdusta mampu mendorong untuk memikirkan sesuatu kedalam kebiasaan yang selalu mengingatkan kedalam sikap dan perilaku yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. artinya sebagai satu kekuatan dalam pikiran bahwa barang siapa yang tidak hendak maju dan tidak bernafsu mencari kemajuan, maka jiwanya seumpama lentera yang kehabisan minyak, makin lama makin suram, kemudian menjadi gelap sama sekali.

Jadi dengan mengingat hal-hal yang kita utarakan diatas, cobalah tegakkan kekuatan untuk tidak berbuat dalam Mendustakan sehingga anda terjebak kedalam usaha-usaha ketidak mampuan membangun daya kemauan untuk tidak berbuat dari dorongan pikiran yang negatif.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kekuatan daya ingat, maka baca dan renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 2 : 39“ Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.,87

QS. 6 : 127“ Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.  ,148,150,157

QS. 7 : 36“ Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ,37,64,72,92,94,96,101,136,146, 147,176, 177,182

QS. 8 : 54“ (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir`aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.

QS. 9 : 90“ Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan `uzur, yaitu orang-orang Arab Badwi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.

QS. 10 : 17“ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.  ,39,41,7,74,95

QS. 12 : 109“ Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?

QS. 15 : 80“ Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul,

QS.16 : 36“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).,113

QS. 20 : 56“ Dan sesungguhnya Kami telah perlihatkan kepadanya (Fir`aun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya, maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

QS. 21 : 77“ Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.

QS. 24 : 42“  Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allah-lah kembali (semua makhluk).,57

QS. 23 : 26“ Nuh berdo`a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.” ,33,39,44,48,10

QS. 25 : 11“ Nuh berdo`a: “Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.” , 19,36,37,77

 

QS. 26 : 6“ Sungguh mereka telah mendustakan (Al Qur’an), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokan.   ,12,105,117,123139,144,160,176

QS. 27 : 83“ Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).,84

QS. 28 : 34“ Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku”.

QS. 29 : 18“ Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.”  ,37

QS. 30 : 9“ Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.  ,10,16

QS. 32 : 20“ Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak ke luar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”.

QS. 34 : 42” Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: “Rasakanlaholehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu”.  ,45,

QS. 35 : 4“ Dan jika mereka mendustakan kamu (sesudah kamu beri peringatan), maka sungguh telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu. Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. ,25

QS.36 :14“ (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu”.

QS. 37 : 21” Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya. ,127

QS. 38 : 14“ Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.

QS. 39 : 25“ Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.  ,32,59

QS. 40 : 5“ Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?,70

QS. 50 : 5“ Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.  ,12,14,

QS. 52 : 14“ (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.

QS. 54 : 3“ Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.   , 36, 42

QS. 55 : 13“ Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,16,18,21,23,25,28,30,32,34,36,38

,40, 42, 4,45,47,49,51,53,55,57,59,61,63,65,67,69,71 , 73,75,77

QS. 57 : 19“ Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

QS. 60 : 12“ Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 61 : 7“ Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

QS. 67 : 18“ Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.

QS. 68 : 8“ Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)., 44

QS. 69 : 49“ Dan sesungguhnya kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan (nya).

QS. 75 : 32“ tetapi ia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),

QS. 77 : 15“ Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.   ,19,24,28,29,34, 37,40,

45,47,49,

QS. 78 : 27“ Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab,,35

QS. 79 : 21“ Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai.

QS. 82 : 9“ Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

QS. 83 : 11“ (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. „,12,171

QS. 84 : 22“ bahkan orang-orang kafir itu mendustakan (nya).

QS. 85 : 21“ Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia,

QS. 91 : 11“ (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,,14

QS. 92 : 9“ serta mendustakan pahala yang terbaik, ,16

QS. 107 : 1“ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Dengan mengungkap semua surat dan ayat tersebut diatas, maka wajah manusia yang hidup dengan topeng kepalsuan, menjadikan makna „kebohongan, dusta, berdusta, mendustakan“ menjadi kebiasaan dalam hidup manusia.

Oleh karena itu, bayangkan dalam pikiran dari kekuatan menjadikan timbulnya keinsyafan dari perasaan ; timbul-nya kemauan dari keinginan ; timbulnya keyakinan dari kepercayaan ; timbulnya kemajuan dari perubahan ; timbulnya kepandaian dari kerajinan ; timbulnya dengki dari iri hati. Jadi bangkitkan daya kemauan yang kuat untuk selalu mampu meningkatkan kedewasaan berpikir.

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.