MEMBANGUN AKHLAK HURUF (K)

47. KEBAKHILAN (kikir / lokek / pelit)

Kata „Kebakhilan / kikir“ menggambarkan watak manusia yang tamak hanya memikirkan tentang diri sendiri, hidupnya demi kepentingan dunia semata, oleh karena itu yang bersangkutan mengaku islam, tapi sikap dan perilakunya tidak sedikit tergerak dalam hatinya untuk mengingat apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :

QS. 3 : 180“ Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 4 : 37“ (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

QS. 4 : 128“ Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir, Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 9 : 34“ Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

-35“ pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.

QS. 17 : 29“ Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.

QS. 17 : 100“ Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai khazanah rahmat Tuhanku, niscaya khazanah itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.

QS. 25 : 67“ Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

QS. 47 : 36“ Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.-37“

 -38“ Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).

QS. 53 : 32“ (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

 -37“ dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?,

QS. 53 : 39“ dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

 -41“ Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

QS. 57 : 23“ (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

-24“ (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

QS. 59 : 9“ Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 64 : 16“ Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 70 : 15“ Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak,

-18“ Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya. -19, 21

QS. 92 : 8“ Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

 -11“ Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

QS. 104 : 1“ Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

 - 4“sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

Walaupun mereka membaca seluruh surat dan ayat diatas untuk mengingatkan kebiasaannya, tapi hatinya tidak tergerak sedikitpun. Dalam hal ini kita dapat membayang pikiran manusia bahwa kita heran manusia saban hari menyisir rambutnya tetapi tidak ada menyisir otaknya.

Itulah watak manusia kikir dalam hidupnya. Tidak ada daya kemauan untuk memahami apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat2 diatas, bagi mereka dalam apa yang dipikirkan tidak mempunyai arti dalam memberi makan dan membersihkan badannya tetapi tidak memberi makan jiwa dan membersihkan kebathinannya.

Tidak pernah terpikirkan olehnya walaupun tlah diingatkan hal-hal yang terkait seperti yang terungkap dalam surat dan ayat diatas mengenai :

  • Kebakhilan dan dusta serta balasannya
  • Kewajiban terhadap Allah dan terhadap sesama manusia
  • Keharusan memberikan hak-hak orang yang lemah dan cara menyelesaikan keulitan rumah tangga
  • Kepercayaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani serta sikap-sikap mereka
  • Beberapa tata krama pergaulan ; keingkaran orang-orang kafir dan bantahan terhadapnya
  • Sifat-sifat hamba Allah yang mendapat kemuliaan
  • Ancaman terhadap orang2 munafik dan orang2 murtad
  • Orang2 yang menjauhi dosa2 besar mendapat ampunan dan pembalasan yang baik dari Allah ;
  • Kehancuran orang yang mendustakan kebenaran dan pertanggung jawab masing2 manusia atas perbuatannya
  • Segala sesuatu pada hakekatnya milik Allah maka janganlah kamu merasa berat menafkahkan harta dan rezkimu di jalan Allah
  • Hati-hatilah terhadap kehidupan duniawi ; kepastian datangnya azab kepada orang2 kafir
  • Usaha manusia adalah bermacam-macam yang terpenting ialah mencari keredhaan Allah ; amat celakalah menimbun harta yang tidak menafkahkannya di jalan Allah.

KESIMPULAN

Setiap apa yang terungkap dan diajarkan dalam Al Qur’an dan sering direnungkan serta dibaca berulang kali, namun tidak mampu mengetuk dinding jiwa dengan kekuatan alat pikiran, walaupun seperti iungkapkan bahwa Balasan terhadap orang kikir di hari kiamat yang ditetapkan dalam

QS.4 : 37“ (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

QS. 56 : 42“ Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,, 45“ Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.

Sejalan dengan pikiran diatas, walaupun telah diingatkan bahwa  Dilarang kikir, seperti yang terungkap dalam :

QS. 3 : 180” Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 4 : 37“(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

Namun, manusia tidak tergerak untuk menjadi satu usaha untuk menjadikan kekuatan dalam kebiasaan hidup karena pengaruh kebiasaan pikiran negatif mendorong Manusia kikir karena tamak menjadi satu kekuatan dalam dirinya, sehingga tidak mampu untuk merenungkan bahwa Manusia menurut tabiatnya kikir sehingga Celaan terhadap orang kikir (teramat cinta harta), oleh karena itu tidak heran bahwa Manusia kikir untuk dirinya sendiri.

Sering dibaca hal-hal yang terungkap dalam :

QS. 100 : 1 “Hari Kiamat,– 11(Yaitu) api yang sangat panas.

QS. 4 : 128” Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir, Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS. 59 : 9” Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

QS. 64 : 16” Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung

QS. 47 : 38” Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).

Tapi hidup manusia ini, tidak mampu untuk memikikan bahwa masa yang anda miliki adalah hari ini, oleh karena itu renungkan kembali yang terkait dengan hidup anda dibentuk oleh pikiran anda sendiri, namun mereka tidak mampu menangkap makna untaian kalimat seperti “Orang yang bertakwa tidak pernah merasa resah atau kebingungan dalam hidupnya karena selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt. Serta tidak pernah merasa susah karena kekurangan harta benda sebab ia merasa cukup atas segala apa yang telah dilimpahkan Allah kepadanya“

Sejenak bila kita reungkan ungkapan diatas, bayangkan bahwa Nabi Muhammad tidak kikir untuk menerangkan yang gaib seperti yang termuat dalam QS. 81 : 24” Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

Advertisement

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.