3. PENDEKATAN 7M DARI HURUF (B) DALAM PEMAHAMAN KATA

By suaraatr1938

Bertolak dengan 7M, maka makna kata BERKATA BENAR DAN JUJUR, BERZINA, BOROS, BENCI, BERBANTAH-BANTAHAN, BUNUH DIRI, BALAS DENDAM sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.

Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan ahkerat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita.

3.1. BERKATA BENAR DAN JUJUR

Bagi orang yang selalu berkata benar maka wujud sikap dan perilakunya akan sangat disegani sehingga tingkat kedewasaan silahturahmi diperlihatkan dari sisi kepandaiannya bergaul di tengah-tengah masyarakat, jadi tidak heran pintu masyarakat selalu terbuka baginya.

Kepandaian bergaul yang dimotori oleh lidah yang selalu berkata benar, tidak dusta, apapun dalam pebuatannya yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi mudah, ibarat dunia baginya hanya sebesar kelereng

Oleh karena itu simaklah ungkapan mengenai lidah sbb.:
“Aku mengakui bahwa tidak ada yang patut di embah selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya Dan bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya”.

Itulah ucapan “lidah” yang mempunyai pancaran iman dan akal yang sempurna. Karena itu, “lidah” termasuk diantara ni’mat Allah yang besar dan diantara ciptaan Tuhan yang amat halus dan ganjil. Lidah mempunyai bentuk yang indah, kecil dan menarik. Keimanan dan kekufuran seseorang tiada terang dan jelas, selain dengan kesaksian “lidah”. Lidah mempunyai keta’ataan yang besar dan mempunyai kedosaan yang besar pula. Anggota tubuh yang paling durhaka kepada manusia, ialah “lidah”. Sungguh lidah itu merupakan alat perangkap syetan yang paling jitu untuk menjerumuskan manusia.

Hanya dengan iman dan akal yang sempurna, manusia bisa memelihara dan menjaga dari bahaya-bahaya yang ditimbulkannya.

“Berjalan pelihara kaki, berkata peliharakan lidah” Demi-kianlah bunyi sebuah pepatah antik. Walaupun kata-kata itu telah usang kelihatannya, tetapi tetap berguna sepanjang masa.

Lidah, apakah arti lidah, hanya sepotong daging kecil dari tubuh manusia yang telah sempurna. Tapi tanpa lidah, orang akan kekurangan, dan manusianya bertukar nama dengan nama dengan manusia bisu atau manusia yang tidak pandai berbicara.

Dan selanjutnya lidah dapat meni’mati makanan dan minuman yang enak dan lezat. Karena itu lidah mempunyai arti yang besar dalam hidup manusia.

Lidahlah yang menghubungkan manusia dengan manusia. Lidahlah yang menciptakan segala bahasa. Lidahlah yang memberi suara semua pikiran dan cita. Lidahlah yang mem-beri nada segala rasa. Lidahlah yang memperindah nyanyi dan irama. Lidah dapat membuat hati yang rindu menjadi mesra-ria. Lidah yang bernasehat dapat menerangkan gelora amrah dalam dada.

Lidah dapat memutar balikkan segala peristiwa. Lidah dapat mempesona masyarakat dan massa. Lidah dapat membuat o-rang yang menangis menjadi tertawa.

Banyak kata-kata bersajak yang dibuat orang dengan lidah; lidahnya seperti madu, hatinya seperti empedu”. “Lidahnya berbisa”. “Lidanya seperti lidah ular, bercabang dua”. Lidah-nya fasih berbahasa. “ Dia pandai bersilat lidah” dan sebagainya.

Lidah seseorang dapat mengangkat derajat seseorang ketempat yang mulia.
Seorang penyair berkata: Biarkan aku bicara, kemudian berilah aku nama, menurut penilaian anda”. Orang Belanda pun mempunyai pula satu peribahasa “Bila hati telah diliputi oleh rasa, mulut/lidah akan mengucapkannya dengan seindah kata. Tapi dibalik keindahan lidah, lidahpun dapat menim-bulkan bencana, fitnah lidah besar bahayanya. Lidah dapat membuat orang yang bersaudara, berpisah, porak-poranda. Lidah dapat membuat suasana damai menjadi berantakan dan berperang. Lidah dapat membuat orang bersatu berpecah belah dan beradu domba.

Karena itu Rasulullah SAW. Bersabda ; “Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah,
sebelum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk surga seseorang, dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lidahnya” (Di riwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dalam buku Bahaya Lesan oleh Imam Al Ghazali, sadruran oleh Labib MZ)

Berbicara benar dan atau dusta (bohong) adalah aktualisasi dari lidah, dalam hal ini peranan naluri sangat menentukan dan seberapa jauh manusia dapat melepaskan diri pengaruh hawa nafsu akan sangat tergantung kepada tingkat kedewasaan dalam bertakwa kepada Allah SWT. Manusia dapat memanfaatkan pikiran, bagaimana caranya syetan masuk kedalam jiwa manusia, namun nafsu yang condong pada paham materialistis.

Oleh karena itu peliharalah nalurimu dari hawa nafsu dengan mengingat surat dan ayat dibawah ini : Q.S. 33 : 70 „ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.“

Dengan mengingat hal-hal yang kita ketengahkan diatas, maka berkata benar adalah sendi kejujuran dalam menuju kenikmatan hidup, maka berpikirlah dalam realita hidup ini bahwa kemegahan lebih hampa, lebih fana dan lebih sering berubah daripada angin, sehingga berkata benar sebagai benih yang terus dapat menumbuhkan budi dan kebajikan dalam hati seseorang akan menjelma sebagai orang yang bijaksana berpikir sekali sebelum berbicara dua kali.

Berkata benar, kelihatannya mudah diwujudkan dalam sikap dan perilaku tapi kenyataannya sangat sulit untuk menanamkan pada diri ibarat seperti saya tidak peduli orang tidak mengenal saya, saya prihatin kalau saya tidak mengenal orang lain. Hanya dengan bertakwa kepada Allah SWT, ia dapat menuntun lidahnya, sehingga orang yang paling bijaksana dan paling bahagia ialah mereka yang mengerti dan sadar untuk apa ia dijadikan khalifah di muka bumi ini.

Dengan memahami ungkapan dari kalimat diatas, maka cobalah anda renungkan kembali apa yang terkandung dalam surat dan ayat yang terungkap dibawah ini :

Q.S. 2 : 282 „Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah mu`amalahmu itu), kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Q.S. 8 : 58 „Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.

Dengan selalu merenung apa yang tertuang dalam Al Quran dan mendalami melalui 7M, maka dalam islam mengajarkan makna jujur dan dapat dipercaya untuk mendorong manusia untuk berkata atau berbuat sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu dalam menuju perjalanan hidup abadi, kita harus membiasakan diri menjadi kebiasaan yang produktif untuk berkata dan berbuat jujur, bila tidak kita berjalan untuk menjadi munafig.

Ingatlah sabda Rasulullah saw. „Tanda-tanda orang munafiq itu ada tiga yaitu apabila berbicara bohong, apabila berjanji dipungkiri dan apabila dipercaya ia berkhiyanat“ (H.R.Bukhari)

3.2. BERZINA

Tak ada yang dapat menyangkal bahwa nafsu seksualitas memang sangat besar pengaruhnya. Tak ada satupun manusia yang tidak tahu bahwa keindahan untuk mencari kenikmatan melalui jalan bersetubuh. Jika kita dalam perjalanan hidup ini tidak mampu mengendalikannya, maka akan mempengaruhi jiwa kita dan mendorong menjadi suatu kebiasaan yang tidak terpuji.

Mampukah manusia mengekang hawa nafsu, inilah satu tantangan, tapi bagi manusia yang mampu mempergunakan alat pikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal, tidak mungkin mendewakan hawa nafsu.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka dapat kita bayangkan bahwa hawa nafsu syahwat diibaratkan sebagai suatu penyakit berarti dengan akal sehat lebih baik kita menghindarinya dari pada mencegah karena tidak mampu mengekangnya untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu untuk dapat memanfaatkan otak dan hati dalam bersikap dan berperilaku, doronglah kekuatan pikiran anda kedalam 7M, sejalan dengan itu cobalah renungngkan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai suatu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Jadi dengan apa yang kita sebutkan untuk menuntun sikap dan perilaku yang terpuji, maka sangat bergantung usaha-usaha membangun kebiasaan yang produktif dengan mengamalkannya :

Allah mengampuni orang yang dipaksakan melakukan zina:

Q.S. 24 : 33 “ Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa (itu).

Dilarang berzina:

Q.S. 4:24“ dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni`mati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Q.S. 5 : 5 „Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.

Q.S. 25 : 68 „Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),

Q.S. 60 : 12 „Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dilarang mendekati zina:

Q.S. 17 : 32 „Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Hukum bagi budak yang berzina:

Q.S. 4 : 25 „Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Hukum bagi yang berzina :

Q.S. 4 : 15 „Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.

Q.S. 24 : 2“ Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.

Hukum menuduh wanita baik berzina :

Q.S. 24 : 4“ Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.

Q.S. 24 : 5“ kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Q.S. 24 : 23“ Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la`nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,

Hukum menuduh istri berzina :

Q.S. 24 : 6“ Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.

Q.S. 24 : 7“ Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.

Q.S. 24 : 8“ Isterinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta,

Q.S. 24 : 9“ dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.

Pria pezina untuk perempuan pezina

Q.S. 24: 3” Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min.

Q.S. 24 : 26” Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).

Untuk mengingat kembali dari renungan yang terungkap dalam surat-surat dan ayat tersebut diatas dalam usaha untuk memahami mengenai hal-hal yang terkait dengan kata berzina, dibawah ini perlu kita menggerakkan kekuatan pikiran yang disebut dengan :

*Anjuran berkawin.
*Beberapa hukum perkawinan
*Janji prasetia kepada Allah dan penyempurnaan agama islam
*Sifat sifat hamba Allah yang mendapat kemuliaan
*Perlakuan terhadap wanita-wanita mu’min yang masuk daerah islam
*Beberapa tata krama pergaulan
*Dasar-dasar untuk menetapkan perbuatan2 keji dan hukumnya
*Hukum perzinaan
*Hukum menuduh wanita yang baik2 berzina
* Hukum Li’an ( ia harus bersumpah dengan nama Allah 4X

Dapatkah peringatan tersebut untuk menuntun manusia dalam usaha mengekang hawa nafsu (seks), sangat bergantung tingkat kesadaran dari yang bersangkutan. Manusia yang dikuasai oleh kesadaran inderawi, dapat dibayangkan akan sulit untuk mengekang hawa nafsu karena yang terpikirkan dalam hidupnya, hanya membayangkan ingin memperoleh kenikmatan tersendiri, itulah bayangan manusia yang cinta dunia.

Tapi sebaliknya, manusia yang memahami makna „anjuran berkawin, maka dalam pikirannya untuk menuntun sikap dan perilaku, ia membayangkan makna hawa nafsu sebagai pemahaman yang terkait dengan meneruskan keturunan manusia di muka bumi.

3.3. BOROS

Coba bayangkan dalam pikiran anda hal-hal yang terkait dengan makna boros dalam kehidupan anda dan gerakkan kekuatan alat pikir, apapun yang ada di dalam pikiran anda untuk menyadarkan kuasa luar biasa dari pikiran anda untuk membentuk kehidupan anda.

Untuk mengungkit pikiran anda agar mampu pemahaman „boros“ yang dapat merugikan sikap dan perilaku dalam kehidupan anda akan sangat bergantung apakah anda tidak takut kepada Allah swt.
Oleh karena itu, kekuatan pikiran bawah sadar anda membangun kehidupan anda menurut pikiran dan kepercayaan anda. Sejalan dengan pikiran tersebut, renungkanlah ungkapan yang termuat dalam :

Q.S. 17 : 26 „ Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Q.S. 17 : 27“ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Kedua surat tersebut haruslah menjadi pendorong untuk menemukan jati diri anda sendiri, dalam mendalami makna boros dalam pikiran anda. Setiap pikiran menaburkan benih untuk dijadikan berbuah oleh roh. Apapun yang anda percayai dan yang anda fokuskan, akan terwujud.

Jadi dalam usaha anda untuk melakukan perubahan dalam pola pikir anda yang terkait dengan “boros”, maka berdoalah semoga anda selalu dekat dengan Allah swt, sehingga dapat memberikan kekuatan dan hikmat yang anda perlukan, oleh karena itu jangan pernah meragukan itu dan takut memanfaatkannya.

Sejalan dengan pkiran diatas untuk mewujudkan “Tidak bertindak boros seperti yang tertuang dalam Q.S. 25 : 67“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Tags: , , , , , ,

One Response to “3. PENDEKATAN 7M DARI HURUF (B) DALAM PEMAHAMAN KATA”

  1. Ashwin Pulungan Says:

    As.W.W. Terima kasih sudah dibaca mudah-mudahan Amaliah tulisan ini bermanfaat bagi saya dan juga penulisnya Bang Abdul Talib Rachman. Semoga senantiasa sehat-sehat sehingga semangat menulis tetap berkobar. Kita hidup didunia ini, senantiasa dipantau dan dimonitoring oleh ALLAH SWT. Ibarat kita memantau melalui jaringan komunikasi kondisi dan kegiatan manuisa di suatu tempat. Alat deteksi ALLAH SWT sehingga mengetahui apa yang ada didalam hati, sedang direncana dalam memori otak dan apa yang sudah dilakukan adalah Roh yang sedang menyatu dengan jasad kita. Oleh karena itu yakinlah apa yang kita minta, perbuatan baik-jahat pasti didengar dan diketahui ALLAH SWT. Wassalam.

Leave a Reply