AMALAN BATIN DARI SISI MASALAH SABAR

By suaraatr1938

Dibawah ini adalah satu kutipan dari buku Nasehat bagi Hamba Allah oleh Muhammad Nawawi Ibn Umar Al-Jawi, mengungkapkan sebagai berikut :

“Telah diriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabai saw. Pada suatu hari keluar menuju para sahabatnya, beliau bertanya kepada mereka, “Bagaimana keadaanmu di pagi hari ini?” Mereka berkata, “Di pagi hari ini, kami tetap beriman ke-pada Allah swt.” Nabi saw. Bertanya lagi “Apakah tanda imanmu?” Mereka berkata, “Kami bersabar ditimpa benca-na, kami bersyukur atas kelapangan, dan kami rida kepada qadha”. Nabi saw. Bersabda, “Kamu adalah orang-orang mukmin yang sebenarnya, Demi Tuhan Kabah.”

“ Keterangan. Tiga tanda iman, yaitu :
1. Sabar menghadapi ujian (cobaan) dari Allah SWT.
2. Bersyukur atas karunia-Nya.
3. Senang atau rida terhadap ketentuan hokum Allah SWT.
Ketiga tanda tersebut adalah tanda-tanda mukmin yang benar-benar imannya. Sebagian orang yang telah mak-rifat kepada Allah berkata, “Sabar itu ada tiga maqam (derajat) yaitu :
1. Tidak mengeluh, derajat ini adalah derajat tabiin (orang yang mengikuti).
2. Rida kepada ketentuan, derajat ini adalah zahidin (0rang-orang yang menjauhkan diri dari kesenangan dunia untuk beribadah).
3. Cinta ditimpa bencana, derajat ini adalah derajat siddiqin (orang-orang yang berbakti serta selalu mem-percayai)”

Dalam satu hadis dikatakan, “Beribadahlah kamu kepada Allah dengan ikhlas, apabila kamu tidak mampu, maka ber-sabarlah kamu terhadap perkara yang tidak disukai olehmu, karena dalam hal itu terdapat kebaikan yang banyak”

Dengan merujuk hal-hal yang dikemukakan diatas, maka si-maklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT AL BAQARAH (KE 2 : 286 ayat : 45, 153, 155-157, 177)

(45) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’

(153) Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta o-rang-orang yang sabar.

(155) Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan , kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada o-rang-orang yang sabar.

(156) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa mushibah, mereka mengucapkan “Innaa lilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun

(157) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sem-purna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

(717) Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajik-an itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolong-an) dan orang-orang yang meminta-minta ; dan (memerdekakan) hamba sahaya,, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat ; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) ; dan mereka itulah orang orang yang bertakwa.

Dengan menghayati surat dan ayat yang kita ungkapkan di-atas diharapkan dapat memotivasi makna kesabaran dalam hati kita, yang menggambarkan seseorang dengan ketenang-an hati dalam menghadapi segala cobaan.

Dengan cobaan itu pula seseorang dapat menangkap makna sabar sebagai ujian dari Allah SWT, tapi seseorang akan ber-kembang jikalau ia bisa mengatasi kesukaran-kesukaran ka-rena itu dengan kesabaran pula ia harus tekun dengan tekad bahwa segala sesuatu ada hikmahnya dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Setiap perbuatan yang diikuti dalam pikiran yang sabar, akan menunjukkan cahaya dan kesucian yang ada dalam diri kita, hanya persoalan seberapa jauh kita dapat mengaktualisasikan dalam kehidupan ini karena kesabaran adalah bunga yang ti-dak tumbuh di semua kebun, sehingga kesabaran itu pahit adanya, tapi buahnya manis bila kita dapat mendewasakan kedalam jiwa sebagai bagian dari iman kita kepada Allah SWT., hanya dengan itu pula kita dapat menumbuh kembangkan perasaan rendah hati sebagai kunci yang menunjukkan sikap dan perilaku kita yang sabar kepada siapapun.

Untuk menumbuh kembangkan perasaan sabar, simaklah surat dan ayat dibawah ini :

SURAT ALI IMRAN (KE 3 : 200 ayat : 15-17, 200)

(15) Katakanlah : “inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai ; mereka ke-kal didalamnya. Dan (mereka dikarunia) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah : Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambanya.

(16) (Yaitu) orang-orang yang berdo’a. “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

(17) Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

(200) Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di per-
batasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

SURAT AN NAHL (KE 16 : 128 ayat : 126-128)

(126) Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.

(127) Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.

(128) Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.

Dengan menghayati makna surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, maka kata kunci untuk mendewasakan kesabaran agar tumbuh dan berkembang dalam pikiran kita, akan terletak pada seberapa jauh kecintaan kita kepada Allah SWT, dengan menggerakkan otak atas dan otak bawah sadar untuk menggerakan tenaga yang dipersatukan dalam mewujudkan “Kesabaran” dengan mendewasakan tingkat ketakwaan kepada Allah SWT sesuai dengan ajarannya yang dibawakan oleh Muhammad saw. Ketakwaan itu akan memberikan motivasi dalam mewujudkan menyerahkan diri secara bulat kepada sang penjipta-Nya, sehingga keyakinan kita untuk mengatakan bahwa kesabaran adalah bunga yang tidak tumbuh di semua kebun karena tingkat keimanan, belum mampu menunjukkan aktualisasinya kedalam amal dalam bentuk kesabaran secara utuh artinya dengan kesabaran adalah obat terbaik dalam segala kesulitan.

Oleh karena itu, selanjutnya renungkanlah surat dan ayat dibawah ini agar kita menjadi orang yang berakepala dingin untuk setiap perbuatan yang kita lakukan :

SURAT THAHA (KE 20 : 135 ayat : 130)

(130) Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertashbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbihlah pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.

SURAT QAAF (KE 50 : 45 ayat : 39)

(39) Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).

SURAT MUZAMMIL (KE 73 : 20 ayat : 10)

(10) Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

SURAT AL ANBIYA’ (KE 21 : 112 ayat 85)

(85) Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.

Dengan menyimak surat dan ayat yang dikemukakan diatas, agar makna yang terkandung didalamnya dapat memberikan sinar cahaya dalam pikiran. Jadi setiap perbuatan yang dila-kukan dengan penuh keyakinan untuk berserah diri kepada-Nya, maka apapun yang diucapkan orang terimalah dengan penuh ketenangan, sehingga dengan kepala dingin dalam sikap dan perilaku, maka semua orang yang menentang anda akan kehilangan kesabaran, tetapi sebaliknya selidikilah dulu diri sendiri, sebab seringkali terjadi, kesalahan itu dimulai dari diri sendiri.

Dengan mengingat-ingat peringatan yang disebut dalam ayat diatas, jadikalah kesabaran itu adalah obat terbaik dalam segala kesulitan, niscaya dengan kesabaran itu pula memberikan suatu kegembiraan adanya.

Selanjutnya simak dan renungkan surat dan ayat yang kita ungkapkan dibawah ini :

SURAT AL HAJJ (KE 22 : 78 ayat : 34-35)

(34) Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah ter-hadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka , maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa , karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).

(35) (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah kami rezkikan kepada mereka.

SURAT ALQASHASH (KE 28 : 88 ayat 54, 79-80)

(54) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, an mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.

(79) Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidup-an dunia : “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada karun ; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”

(80) Berkatalah orang-orang yang dianugrahi ilmu : “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”.

SURAT AL ANKABUT (KE 29 : 69 ayat : 58-59)

(58) Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga , yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal di dalamnya Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal.

(59) (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhan-nya.

SURAT LUKMAN (KE 31 : 34 ayat : 17)

(17) Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuat-an yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menim-pa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

SURAT AL MU’MIN (KE 40 : 85 ayat : 55)

(55) Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertatasbilah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

SURAT AL NISAN (KE 76 : 31 ayat : 24)

(24) Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di anatara mereka.

SURAT AL BALAD (KE 90 : 20 ayat : 17)

(17) Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

SURAT AL ‘ASYR (KE 103 : 3 ayat : 1-3)

(1) Demi masa.
(2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.
(3) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menepati kesabaran.

Bilamana kita merenung dan mengahayti makna yang ter-kandung didalam surat dan ayat-ayat diatas, maka tak henti-hentinya kita harus menumbuh kembangkan kecintaan kepada Allah SWT, maka terbukalah pintu hati untuk selalu ingat kepada Allah dengan demikian berserah diri dengan satu keyakinan bahwa Al Qur’an telah memberikan segala sesuatu mengenai kehidupan ini.

Salah satu aspek mengenai kehidupan ini adalah sabar sebagai satu sifat yang harus dimiliki seseorang yang bertawakal kepada Allah SWT, hanya dengan bersabar pula kita memohon ampun kepada-Nya, karena itu dalam kehidupan ini sejauh keinginan kita untuk mendewasakan jiwa agar dapat tumbuh dan berkembang dalam pikiran dimana kesadaran, kecerdasan dan akal dapat menuntun kesabaran dalam diri kita dengan memahami kata-kata bijak seperti dibawah ini: ada empat yang harus anda akui yaitu tidak ada simpanan yang lebih berguna dari pada Ilmu ; tidak ada sesuatu yang lebih beruntung dari pada adat ; tidak ada kawan yang lebih bagus dari pada akal ; tidak ada benda gaib yang lebih dekat dari pada mati.

Jadi ilmu, adat, akal dan mati, merupakan kata yang sangat memberikan daya dorong untuk memotivasi pikiran agar semua perbuatan tertuju dengan makna berita gembira tentang surga dan ampunan dalam kehidupan ini. Walaupun kita mengetahui tentang berita gembira itu, masih saja kita lupa atas perintah Allah SWT sebagaimana yang di firmankan-Nya dalam Al Qur’an untuk kita laksanakan dalam kehidupan ini.

Oleh karena itu, ada orang yang ingin berumur panjang tetapi tidak suka disebut ketuaan (terbatasnya kemampuannya dalam mengelola otak). Dalam hidup ini bukan umur panjang yang penting tetapi hidup yang memberi manfaat (memiliki kemampuan meremajakan terus menerus dalam mengelola otak). Jadi hidup yang sudah pendek itu akan membikin lebih pendek, jika kita mensia-siakan waktu.

Orang yang membuang-buang waktu adalah orang yang mensia-siakan hidup, sehingga kemampuan memecahkan masalah, menjadi orang yang tidak sabar, sedangkan kesabaran adalah obat terbaik dalam segala kesulitan.

Dengan demikian, anda tidak bisa membangun apapun di du-nia sebelum anda membangun jiwa anda sendiri dengan landasan kesabaran. Dan orang yang buta hati lebih besar kerugiannya dari buta huruf karena tidak memiliki kesabaran, sehingga kesabaran itu pahit, tapi buahnya manis adanya. Itulah makna kesabaran, yang harus kita tumbuh kembang-kan dalam diri sepanjang waktu.

Leave a Reply