3. PENDEKATAN 7M DARI HURUF (B) DALAM PEMAHAMAN KATA

April 13, 2009 by suaraatr1938

Bertolak dengan 7M, maka makna kata BERKATA BENAR DAN JUJUR, BERZINA, BOROS, BENCI, BERBANTAH-BANTAHAN, BUNUH DIRI, BALAS DENDAM sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.

Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan ahkerat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita.

3.1. BERKATA BENAR DAN JUJUR

Bagi orang yang selalu berkata benar maka wujud sikap dan perilakunya akan sangat disegani sehingga tingkat kedewasaan silahturahmi diperlihatkan dari sisi kepandaiannya bergaul di tengah-tengah masyarakat, jadi tidak heran pintu masyarakat selalu terbuka baginya.

Kepandaian bergaul yang dimotori oleh lidah yang selalu berkata benar, tidak dusta, apapun dalam pebuatannya yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi mudah, ibarat dunia baginya hanya sebesar kelereng

Oleh karena itu simaklah ungkapan mengenai lidah sbb.:
“Aku mengakui bahwa tidak ada yang patut di embah selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya Dan bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya”. Read the rest of this entry »

MEMBANGUN AKHLAK BERDASARKAN KEBIASAAN YANG PRODUKTIF DENGAN MENGUNGKIT KEKUATAN BERPIKIR DALAM MENEMUKAN JATI DIRI TANPA TOPENG KEPALSUAN

April 13, 2009 by suaraatr1938

1. PENDAHULUAN

Bila kita merenung sejenak untuk memanfaatkan kemampuan kita berpikir dalam menemukan diri menuju ke perjalanan hidup ini, maka kita harus berusaha menemukan tentang diri kita melalui suatu pendekatan yang kita sebut dengan menghayati makna kata sebagai daya dorong untuk membangun diri menuju perjalanan hidup yang abadi.

Dengan membangun kebiasaan yang produktif tersebut, kita menarik satu kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan kita mengenal tentang diri, agar kita mampu dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan ajaran agama yang mendidik manusia yang memIliki AKHLAK / MORAL.

Oleh karena itu hanya dengan membangun kebiasaan yang produktif, kita mampu mengendalikan pemanfaatan harta, nafsu syahwat dan pangkat duniawi kedalam ruang dan waktu dalam menumbuh kembangkan ke dalam hati agar kita mampu meningkatkan arti kesadaran dalam diri manusia dari kesadaran inderawi ke sadaran rasional dalam kesiapan menuju kesadaran spiritual.

Tingkat kesadaran hanya dapat ditingkatkan bila kita menghayati sepenuhnya keinginan ingin tahu melaluiproses kekuatan berpikir dari tidak tahu menjadi tahu dengan usaha-usaha dengan membangun kebiasaan yang produktif dengan memiliki kemampuan ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dari pengalaman dan keinginan yang ditopang dengan niat untuk melakukan perubahan pola pikir dalam bersikap dan berperilaku dalam hubungan dengan manusia dan hubungan dengan Allah Swt.

Untuk membangun kebiasaan yang produktif diatas, maka dengan kebiasaan dapat menuntun manusia ke jalan yang lurus dan benar yang sejalan dengan tuntunan agama. Sejalan dengan pikiran tersebut, maka untuk mengungkit kekuatan ingatan dalam menghayati , cabalah anda renungkan ungkapan Nabi Muhammad s.a.w “ Musuhmu yang paling besar ialah dirimu sendiri yang ada dalam badanmu” “Bekerjalah bagi kehidupanmu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah kepada Tuhanmu seakan-akan kamu akan mati besok”.

Jadi diperlukan suatu pendekatan untuk memanfaatkan otak dan hati dalam pola proses berpikir dalam membangun kebiasaan – kebiasaan yang produktif.
Dalam hal ini untuk mengungkit kekuatan berpikir diperlukan satu pendekatan disatu sisi apa yang disebut dengan mendalami makna kata dan disisi lain menganalisa huruf dari unsur kata menjadi kata yang bermakna sebagai daya dorong dalam proses berpikir agar mampu memberikan inspirasi untuk berhasil untuk mewujudkan keinginan dalam kebiasaan yang produktif.

Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka dengan otak dan hati, mendorong kita untuk “Membaca, Menterjemahkan, Meneliti, Mengkaji, Menghayati, Memahami dan mampu Mengamalkan (7M)”, itulah tanda kemampuan untuk melakukan perubahan. Untuk itu ubahlah cara berpikir anda, maka dunia anda akan berubah sejalan dengan perubahan kesadaran.

Menerapkan 7M diatas untuk mengungkap daya dorong dari kekuatan pikiran agar kita mampu memanfaatkan „otak dan hati“ dalam proses membangun kebiasaan yang produktif dengan pendekatan yang kita sebut 1) Menguraikan huruf dalam kata menjadi kata bermakna ; 2) Mendalami pemahaman makna kata menjadi menjadi untaian kalimat yang berharga.

Menemukan jati diri, bukanlah sesuatu yang sederhana, oleh karena itu diperlukan satu usaha denga ketekunan untuk secara berkelancutan untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif sebagai suatu cara untuk menuntun kekuatan pikiran dalam bersikap dan berperilaku baik dalam hubungan antara manusia dan hubungan dengan Allah Swt.

Dengan mengungkapkan pikiran diatas, maka pergunakanlah sebaik mungkin atas alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk kita selalu mengingat dalam melakukan perubahan dalam pola pikir sejalan dengan semangat jiwa yang bersih.

Fitrah dan bakat manusia akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan kebiasaan yang produktif yang didorong oleh kekuatan energi-energi yang dimilikinya yaitu ilmu, pengetahuan dan keinginan yang dilandasi oleh niat yang kuat sebagai manusia dengan sikap dan berperilaku menuju kesempurnaan melalui proses penyucian diri.

Manusia menurut fitrahnya beragama tauhid, yang termuat dalam Q.S. 30 : 30 “
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

Selanjutnya cobalah renungkan pula bahwa jadi dengan kekuatan fitrah dan bakat, maka ingatlah selalu Nabi Muhammmad saw, bersabda :
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci bersih, fitrah. Orang tuanyalah yang akan menjadikan ia sebagai orang Nasrani atau Yahudi. Keimanan orang tua dan pola pikir mereka akan mempengaruhi pikran anak yang memang masih mudah terkena pengaruh”

Bertolak dengan pendekatan 7M, manusia bergerak menuju kesempurnaan melalui proses penyucian diri untuk membangun moral / akhlak yang terpuji dengan menyadari pemahaman yang mendalam mengenai sebab-sebab kejahatan dan belajar adakah manusia terlahir sebagai penjahat, oleh karena itu renungkan mengenai manusia siapa, darimana dan kemana ?

Sebagai langkah untuk terus mengingat hal-hal yang diungkapkan diatas diperlukan apa yang disebut dengan pedoman untuk pikiran, pedoman untuk organ tubuh, pedoman untuk jiwa., melalui daya dorong dengan pemahaman yang mendalam tentang moral / akhlak.

2. PENDEKATAN 7M DARI HURUF (A) MENJADI KATA BRMAKNA

Bertolak dengan 7M, maka makna kata AMANAH, AMPUNAN, ANIAYA dan ANGKUH sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.

Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan ahkerat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita. Read the rest of this entry »

DINAMIKA SOSIAL POLITIK LOKAL

January 26, 2009 by suaraatr1938

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Batang; panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; mso-font-alt:바탕; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} @font-face {font-family:”\@Batang”; panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1342176593 1775729915 48 0 524447 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:Batang; mso-fareast-language:KO;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 109.35pt 6.0cm 2.0cm; mso-header-margin:48.2pt; mso-footer-margin:1.0cm; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

PENDAHULUAN

Menjelang Pemilu 2009, kita akan dihadapkan gelombang perubahan yang komplek dan cepat yang terkait dengan „Dinamika Sosial Politik Lokal“. Disatu sisi kita dihadapkan pada „dinamika perubahan“ artinyan bila kita tidak dapat menangkap perubahan itu berarti kita akan kehilangan peluang untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dalam NKRI, jangan sampai kita kehilangan napas karena bila kita salah melangkah dalam dahur hidup kematian demokrasi. Pada sisi lain kita dihadapkan pada situasi „dinamika sosial“ dan „dinamika politik“ yang menggambarkan gerak masyarakat yang menimbulkan perubahan secara berkelanjutan dalam tata kehidupan lokal dari masyarakat yang bersangkutan.

Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka dituntut dalam era reformasi ini, untuk membangun jiwa tanpa topeng kepalsuan agar kekuatan pikiran dapat menuntun perubahan sikap dan perilaku secara radikal sehingga dapat meretas jalan menjadi diri sendiri, dalam dinamika sosial politik lokal.

Sejalan dengan pemikiran tersebut, marilah kita menyatukan pikiran yang terkait dengan „Dinamika Sosial Politik Lokal“ dalam peran kita sebagai masyarakat untuk menyatukan dinamika pembagunan gerak yang penuh gairah dan penuh semangat dalam melaksanakan Pemilu 2009 sebagai warga masyarakat yang bertanggung jawab.

Oleh karena itu, untuk menyatukan pikiran dalam bersikap dan berperilaku, maka untuk memahami makna dari „Dinamika Sosial Politik Lokal“ diperlukan satu pendekatan yang kita sebut dengan pemahaman dari sudut huruf menjadi kata bermakna sebagai suatu pendekatan pengetahuan bukan ilmu agar kita tidak terjebak oleh pandangan ilmu dari dunia barat.

Jadi pendekatan ini bersandarkan pada pengetahuan dari keterampilan yang dipetik dari pengaalaman yang dapat menjadi daya dorong kedalam dinamika kelompok sebagai sekelompok orang dalam masyarakat yang dapat menimbulkan perubahan pola pikir dalam dinamika sosial politik lokal.

Dengan pemahaman pendekatan yang diuraikan dibawah ini, diharapkan kita memiliki suatu persepsi dalam pola pikir yang sama untuk ikut serta dalam tuntutan perubahan yang sejalan dengan gerak „dinamika sosial politik lokal, sebagai suatu pembelajaran.

PENDEKATAN UNTUK MENYATUKAN PERSEPSI

Untuk membangun kepribadian manusia yang bertanggung jawab atas “kebebasan berkehendak dalam dinamika sosial politik lokal“ diperlukan perubahan pola pikir secara radikal artinya orang yang mampu menemukan tentang dirinya, maka ia akan selalu bertindak yang sejalan dengan apa yang diperlukan oleh tuntutan perubahan dalam melaksanakan demokrasi yang bertolak dari kerjasama dalam membuat impian menjadi suatu kenyataan.

Apa yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana dalam masa orde reformasi, pemimpin hanya memikirkan bagaimana merebut kekuasaan dengan begitu banyaknya lahir partai-partai baru, tapi terbayangkah olehnya mengenai pemberdayaan dinamika sosial politik lokal, yang menuntut perubahan pola pikir, dimana gerakan kelompok haruslah dapat memberikan motivasi baru kedalam apa yang disebut „demokrasi politik“ berlandaskan pola pikir yang radikal dalam menata hidup dengan kebebasan berpolitik.

Oleh karena itu untuk melaksanakan pemberdayaan dalam „Dinamika Sosial Politik Lokal“, maka diperlukan wawasan dalam pemahaman yang lebih mendalam. Sejalan dengan pemikiran tersebut dibawah ini akan diuraikan makna huruf dalam kata DINAMIKA, SOSIAL. POLITIK, LOKAL sebagai suatu pendekatan. Dalam merumuskan makna huruf menjadi suatu kata yang bermakna kedalam untaian kalimat sebagai berikut : Read the rest of this entry »

MENGUPAS MAKNA KATA CITA-CITA, DENGKI, DUSTA, ENGGAN, EGOIS, KIKIR DALAM MEMBANGUN AKHLAK MELALUI PEMAHAMAN KEBIASAAN YANG PRODUKTIF

October 16, 2008 by suaraatr1938

PENDAHULUAN

Bila kita merenung sejenak untuk memanfaatkan kemampuan kita berpikir dalam menemukan diri menuju ke perjalanan hidup ini, maka kita harus berusaha menemukan tentang diri kita melalui suatu pendekatan yang kita sebut dengan menghayati makna dalam kata sebagai daya dorong untuk membangun diri menuju perjalanan hidup yang abadi.

Dengan membangun kebiasaan yang produktif tersebut, kita menarik satu kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan kita mengenal tentang diri, agar kita mampu dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan ajaran agama yang mendidik manusia yang memliki moral / akhlak.

Oleh karena itu hanya dengan membangun kebiasaan yang produktif, kita mampu mengendalikan pemanfaatan harta, nafsu syahwat dan pangkat duniawi kedalam ruang dan waktu dalam menumbuh kembangkan ke dalam hati agar kita mampu meningkatkan arti kesadaran dalam diri manusia.

Tingkat kesadaran hanya dapat ditingkatkan bila kita menghayati sepenuhnya keinginan ingin tahu yang mendalam makna kata CITA-CITA, DENGKI, DUSTA, ENGGAN, EGOIS, KIKIR, sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt. Sebagai manusia yang beriman. Read the rest of this entry »

MENGUPAS MAKNA KATA BERMAKNA DALAM MEMBANGUN AKHLAK MELALUI PEMAHAMAN KEBIASAAN YANG PRODUKTIF

October 16, 2008 by suaraatr1938

MAKNA KATA BERKATA BENAR, BERZINA, BOROS, BENCI, BUNUH DIRI, BALAS DENDAM (B6)

1. PENDAHULUAN

Bertitik tolak dari pemikiran dengan pendekatan pemahaman makna kata pada A4, maka dibawah ini akan dituangkan makna kata B6 sebagai bagian dari pemikiran bahwa dengan membangun kebiasaan yang produktif, kita mampu mengendalikan pemanfaatan harta, nafsu syahwat dan pangkat duniawi kedalam ruang dan waktu dalam menumbuh kembangkan ke dalam hati agar kita mampu meningkatkan arti kesadaran dalam diri manusia.

Tingkat kesadaran hanya dapat ditingkatkan bila kita menghayati sepenuhnya keinginan ingin tahu yang mendalam makna kata BERKATA BENAR, BERZINA, BOROS, BENCI, BUNUH DIRI dan BALAS DENDAM sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.

Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan ahkerat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita. Read the rest of this entry »